SINGKIL

Mahasiswa : Ada Indikasi KM Tailana Akan Di Museumkan

SINGKIL, akses.co – Kapal Motor (KM) Tailana yang di beli Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil senilai Rp 4,5 milyar di tahun 2019 silam dinilai terindikasi di museumkan.

Salah seorang mahasiswa, Andika Syahputra, menyebutkan kapal tersebut dibeli semestinya untuk menyalani pelayaran Singkil – Pulau Banyak – Pulau Banyak Barat dan sebaliknya.

“Namun masih menjadi mimpi bagi masyarakat Aceh Singkil”, Kata Andika, Selasa (9/2/2021).

Pasalnya, kata dia, sudah hampir dua tahun kapal KM Tailana setelah di peusejuk oleh orang nomor 1 di Aceh Singkil itu sampai saat ini belum beroperasi dengan semestinya.

“Katanya terkendala dengan perijinan dan dermaga sandar kapal cepat tersebut”, tuturnya.

Andika menyayangkan dengan alasan tersebut, dikarenakan hampir 2 tahun kapal itu ada, tapi masih saja belum beroprasi.

Terkait penyampaian Edi Hartono yang pada saat itu menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil tahun 2019 akan mengoperasikan kapal KM Tailana pada akhir Desember 2019, ingatkannya.

“Namun hal tersebut seperti pembohingan publik saja dimasa itu”, nilai Andika.

Kemudian, sambungnya, saat masa Kadishub Malim Dewa menyampaikan pada salah satu media bahwa kapal tersebut masih terkendala dengan surat perizinan dan dermaga yang belum dibuat.

“Dikarenakan tidak adanya masuk sebagai Rencana Anggaran Pemerintah ( RAPBK) Aceh Singkil tahun 2020 dan 2021”, Terang dia.

Apakah perlu waktu yang begitu lama bagi Pemerintah untuk mengurus surat izin tersebut, tanya Andika.

“Jika Pemerintah kesulitan untuk mengurus izin pelayaran tersebut, minta bantulah kepada mahasiswa”, sarannya.

Ataukah ini bukti bahwa dalam pemerintahan Dulsaza tidak kompeten dalam menangani rancangan anggaran nya sendiri, paparnya.

“Kesannya Pemerintah tidak dapat mengeksekusi program yang dibuat dengan efektif dan efisien”, lanjutnya.

Andika menyebutkan Bupati Aceh Singkil harus kongkrit butuh berapa lama untk mengoperasikan kapal cepat tersebut.

“Atau memang Pemerintah sengaja membeli untuk di meseumkan supaya masyarakat tau kalau Pemerintahan pernah membeli KM Tailana itu”, cetusnya.

Ia melanjutkan bahwa ada indikasi KM Tailana itu akan di museumkan, sebab dalam jangka dua tahun ini kapal itu masih saja menjadi pajangan di Aceh Singkil.

Terpisah, Dikutip dari Acehportal.com, saat dikonfirmasi, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid melalui via telepon mengatakan, bahwa persoalan tersebut sudah viral, bahkan katanya sudah menyampaikan persoalan itu kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Singkil.

“Betul, sebab isu ini sudah memanas, saya sudah sampaikan kepada Sekda, maksud saya untuk mempertanyakan kepada dinas perhubungan,”Terangnya

Bahkan Dulmusrid juga katanya, telah menghubungi Dinas Perhubungan untuk mempertanyakan terkait masalah KM. Tailana sehingga belum beroperasi.

“Itu masalahnya apa lagi pak kadis, terkait kapal KM. Tailana, yang menjadi polemik sekarang, sementara dari dulu sampai sekarang belum beroperasi, apa masalahnya, jadi jawaban dinas Perhubungan. Itulah Pak Ijinnya belum keluar Pak,” Pungkas Bupati. (S.Munthe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.