LPPM USU Mendorong Pemberdayaan Ekonomi Petani Korban Konflik Agraria

MEDAN, Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini dipimpin oleh Randa Putra Kasea Sinaga, S.Sos, M.Kesos bersama dengan Dra. Berlianti, MSP. Kegiatan ini mendorong petani korban konflik agraria untuk menjalankan usaha produksi tepung mocaf (modified cassava flour) di bawah Koperasi Petani Indonesia (KPI) Mekar Jaya.

“Konflik agraria yang petani hadapi membuat mereka kehilangan mata pencaharian. Harapannya, upaya ini bisa harapannya melalui pengabdian ini para petani memiliki kemampuan untuk mengembangkan produksi mereka melalui tepung mocaf” ujar Randa.
Tepat pada tanggal 29 Agustus 2021 Tim Pelaksana telah memberikan pelatihan pemasaran dan kelembagaan organisasi kepada anggota Koperasi Petani Indonesia (KPI) di Desa Mekar Jaya. Dimana tim pelakasana melihat perkembangan produksi, peluang pemasaran dan kelembagaan yang dapat menjalankan usaha ini kedepannya untuk mampu menembus pasar lokal Sumatera Utara. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan pembuatan tepung mocaf dan penyerahan berbagai mesin pembuatan tepung mocaf, sebagai bantuan dari LPPM USU yang telah dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2021.
Para petani di Desa Mekar Jaya memanfaatkan lahan yang tersisa dengan menanam ubi dan tanaman lainnya. Tepung mocaf yang berbahan dasar ubi menjadikan petani tidak sulit menjangkau bahan baku. Adapun proses pembuatan tepung mocaf dimulai dengan mengiris ubi, dan merendamnya menggunakan satu sendok air garam selama setengah jam. Setelah ini ubi direndam untuk fermentasi lagi menggunakan air biasa selama tiga hari. Selanjutnya ubi dijemur sampai kering, lalu dimasukkan ke dalam mesin penggiling.
Pengabdian kepada masyarakat ini memberikan manfaat jangka panjang untuk petani di Desa Mekar Jaya. Randa menambahkan bahwa Universitas Sumatera Utara memiliki komitmen untuk hadir di tengah masyarakat dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sudah menjadi komitmen USU untuk membantu masyarakat mengatasi permasalahan-permasalahan yang mereka alami” tegas Randa. (Red)

Artikel Terkait

Berikan Komentar anda