AKSESNESIA

Lili Pintauli Diharapkan Jadi Kebanggan Sumut Berantas Korupsi

MEDAN, akses.co – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU dan KNPI Sumut menggelar diskusi publik di Gedung Aula FISIP USU, Kamis (10/9/2019). Diskusi tersebut bertemakan Quo Vadis Pemberantasan Korupsi di Sumatera Utara.
Hadir sebagai narasumber Komisioner KPK terpilih asal Sumut, Lili Pintauli Siregar, Dekan Fisip USU, Muryanto Amin, Dosen Hukum UISU Zulfirman dan Waketum DPP KNPI Sugiat Santoso.
Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan dalam sambutannya menegaskan budaya diskusi harus digalakkan. “Memperbanyak ruang-ruang perjumpaan ilmiah akan memudahkan kita untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Ini kerja bersama, bukan satu instansi dan orang perorang saja,” kata Samsir.
Samsir juga menyinggung harapannya kepada Lili Pintauli Siregar yang menjadi kebanggan Sumut di KPK periode mendatang. “Kak Lili adalah srikandi hukum kebanggaan asal Sumut yang sebentar lagi dilantik sebagai komisioner KPK. Harapannya dapat terus membanggakan dengan cara berprestasi dalam penegakan hukum,” kata Samsir.
Lili Pintauli Siregar dalam paparannya menegaskan, pentingnya pencegahan dalam penanganan korupsi. “Pentingnya pencegahan karena dilakukan dari hulu ke hilir. Pendidikan anti korupsi yang diterapkan sejak dini sehingga perilaku kejujuran terbawa sampai kepada setiap tindakan,” kata Lili.
Lili juga banyak memaparkan persentase penindakan korupsi yang terjadi hampir pada segala lini. “Dan untuk itu KPK tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersinergi dengan institusi lain termasuk media massa,” kata Lili.
Dekan FISIP USU Muryanto Amin menekankan pentingnya perbaikan regulasi bidang lain demi menunjang kualitas pemberantasan korupsi. Misalnya sistem politik dan ekonomi saat ini. Kalau sistemnya tetap seperti saat ini, artinya sulit meminimalisir perilaku korupsi.
“Bisa jadi KPK hanya seperti lonewolf institution. Serigala yang sendirian. Kuat tapi sendirian,” kata Muryanto.
Sementara itu, Dosen Hukum UISU Zulfirman menekankan pentingnya perbaikan perilaku dan moral. Sebab, korupsi adalah kejahatan moral. Maka, perlu perbaikan perilaku dan moral. “Terkadang kita lupa karena sering menyorot pelaku, tapi abai terhadap perbaikan perilaku,” kata Zulfirman.
Waktum DPP KNPI Sugiat Santoso menyatakan dengan keberadaan Lili P Siregar di Pimpinan KPK nanti bisa membawa dampak positif bagi pemberantasan korupsi khususnya di Sumatera Utara.
“Kita siap memberi bukti-bukti dugaan korupsi yang ada di Sumatera Utara ini. Termasuk sejumlah kasus di kabupaten/kota yang ada di Sumut,” tukas Sugiat.(eza)

Comments are closed.