Beranda LIFESTYLE Astra Learn Production System Laboratory Diresmikan

Astra Learn Production System Laboratory Diresmikan

BERBAGI
Peresmian Astra Learn Production System Laboratory di Samosir, akhir minggu lalu. (Foto istimewa)
Peresmian Astra Learn Production System Laboratory di Samosir, akhir minggu lalu. (Foto istimewa)

akses.co – Menristekdikti, Mohamad Nasir meresmikan Astra Learn Production System Laboratory Program Studi Sarjana Manajemen Rekayasa Institut Teknologi Del Sitoluama, di Kampus IT Del Laguboti Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Samosir akhir minggu lalu.

Pembangunan laboratorium tersebut sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa program studi sarjana Manajemen Rekayasa (MR), Fakultas Teknologi Industri, IT Del bekerjasama dengan PT Inti Ganda Perdana (Grup Astra International)

Acara peresmian ALPSL ini, disaksikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Del, Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Yayasan Del Patuan Simatupang, Rektor IT Del, Prof Togar Simatupang, Chief of Corporate Communication, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas, Presiden Direktur PT Inti Ganda Perdana, Kusharijono, Kordinator Wilayah Astra Group Medan, Sutadi, dosen, staff dan mahasiswa.

Laboratorium ini akan berfungsi sebagai pembelajaran learn production system atau sistem produksi ramping SPR yang banyak diterapkan di berbagai industri saat ini.

“Sistem produksi ramping merupakan sebuah sistem yang pada awalnya diaplikasikan dalam industri otomotif dengan tujuan menghasilkan produk yang tepat, sesuai jumlah dan waktu yang dibutuhkan konsumen,” ungkap Niko Simamora ST, MAB selaku Kepala Laboratorium ALPSL IT Del.

Konsep learn production sistem menitikberatkan pada strategi mengeliminasi pemborosan dalam proses produksi dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas pada setiap lini produksi.

Ada delapan macam waste diantaranya transportasi, kelebihan persediaan, gerakan, menunggu, kelebihan produksi, proses berlebih, produk cacat dan keterampilan.

Pemborosan tersebut sering terjadi tanpa disadari dan dianggap wajar dan lazim, namun ternyata sangat merugikan.

Dalam pembelajaran SPR akan diterapkan bermacam-macam alat untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas pada setiap lini produksi seperti 5S, Tabel Standar Kerja, Quality Control, Just-In-Time, Kaizen, Kanban dan lain lain.

“Bahwasanya kegiatan ini sebagai wujud Pride to the Nation sesuai dengan tujuan PT Astra International dan sebagai aset yang bermanfaat bagi bangsa.” ungkap Kordinator Wilayah Astra Group Medan, Sutadi.

Selain itu, kampus tersebut melahirkan orang-orang terbaik yang dapat membangun daerah Toba Samosir ke depannya.

Laboratorium ini telah dimanfaatkan untuk sertifikasi pelatihan SPR untuk 29 orang lulusan Manajemen Rekayasa IT Del yang mengikuti wisuda. Serifikat tersebut menjadi tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi lulusan Manajemen Rekayasa IT Del sebelum terjun ke dalam dunia industri. (din)

Comments

Komentar