KPPU Sosialisasikan Bahaya Praktik Monopoli Usaha

akses.co – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menerima kunjungan Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Medan, Ramli Simanjuntak di Balai Kota Medan, Senin (26/2/2018). Selain memperkenalkan diri dan bersilaturahmi, kedatangannya juga untuk memberikan pemaparan terkait peranan dan fungsi KPPU dengan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.

“Selain memperkenalkan diri dan bersillaturahim, kedatangan kami ingin memberikan pemaparan secara rinci terkait kegiatan usaha. Dengan demikian tidak ada terjadi praktik monopoli maupun persaingan usaha yang tidak sehat,” kata Ramli.

Dikatakan Ramli, pemaparan yang dilakukan ini merupakan salah satu visi dan misi KPPU. Melalui pemaparan yang dilakukan, diharapkan dapat mencegah terjadinya pelanggaran dalam proses kerja yang dilakukan. “Jadi lebih baik mencegah dari pada mengobati. Jangan sampai bapak dan ibu sekalian menjadi terlapor di KPPU dalam kegiatan proses kerja,” jelasnya.

Sebagai ilustrasi, pria yang sudah 17 tahun berkecimpung dengan KPPU memaparkan, kasus mantan Wali Kota Pematang Siantar beberapa waktu lalu. Ketika itu dirinya sebagai investigator KPPU tengah memeriksa terkait proses renovasi RSUD Pematang Siantar. Dikatakannya, lelangnya cuma Rp2.5 miliar. Namun, kemudian diatur dan terjadi persekongkolan.

“Selain harus berurusan dengan hukum, beliau juga kena impeachment oleh anggota dewan karena terbukti melanggar UU. Salah satunya melanggar sumpah jabatan dalam melaksanakan tugas. Untuk itulah melalui pemaparan dan sosialisasi yang saya lakukan nanti, mudah-mudahan kasus seperti itu tidak terjadi di lingkungan Pemko Medan,” harapnya.

Eldin sendiri mengatakan, sangat mengapresiasi atas kunjungan tersebut. Apalagi dalam kunjungan itu mantan Kepala KPPU Perwakilan Daerah Makasar itu memberikan sosialisasi terkait peran KPPU dalam upaya terciptanya persaingan usaha yang sehat.

“Mudah-mudahan melalui pertemuan ini menjadi momentum bagi kita bertukar informasi dan pengalaman, khususnya dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat yang sama-sama kita cintai,” ucap Eldin.

Eldin berharap KPPU Perwakilan Daerah Medan bisa memberikan pejelasan sejelasnya terkait kegiatan usaha. Sehingga proses kerja yang dilakukan di lingkungan Pemko Medan berjalan dengan baik serta sesuai peraturan dan ketentuan berlaku.

Melalui sosialisasi yang dilakukan tersebut, dapat merubah paradigma, bahwasannya pemenang tender tidak harus selalu yang menawarkan harga paling rendah. Sebab, permasalahan selama ini terjadi tidak sedikit pekerjaan yang dilakukan putus di tengah jalan karena tidak sanggup lagi mengerjakan akibat rendahnya penawaran yang diajukan.

“Yang penting pemenang tender tersebut harus sesuai standar dan pekerjaan yang dilakukan. Jangan sampai putus di tengah jalan dan pengerjaannya sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Sehingga hasilnya bermutu dan berkaulitas,” pungkas Eldin. (eza)

Artikel Terkait