KPK Diminta Kembali Menyoroti Apartemen Center Point

Apartemen Center Point di Jalan Timor, Kecamatan Medan Timur.
Apartemen Center Point di Jalan Timor, Kecamatan Medan Timur.

akses.co – Pengamat Tata Ruang dari Universitas Panca Budi, Soli Arizal Lubis menilai sikap diam Pemko Medan terhadap bangunan Apartemen Center Point yang berdiri di Jalan Timor tanpa izin mengundang tanda tanya besar dan sejumlah maksud. Apakah itu pura – pura diam, pura – pura tidak tahu, atau lainnya.

Hal ini juga menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, Medan ini punya siapa?. Medan Rumah Kita pun dianggap hanya sekadar slogan. Tidak diterapkan di lapangan.

“Sikap diam Pemko Medan mengundang sejumlah maksud. Tidak mungkin mereka tidak tahu ada pembangunan mega proyek tanpa izin sedang terjadi. Apakah pura pura tidak tahu atau memang sengaja didiamkan, atau lainnya,” ungkap Soli kepada akses.co, Jumat (9/2/2018).

Soli menjelaskan, hal ini akibat banyak pihak yang menangani dalam satu permasalahan. Sehingga, begitu ada persoalan pihak – pihak terkait ini saling menyalahkan. Parahnya, sikap saling menyalahkan tidak berujung kepada penindakan tegas terhadap bangunan tersebut.

“Jadi, yang harus dilakukan adalah membongkar bangunan tersebut dan menyampaikan persoalan ini ke publik secara detail. Hal ini juga harus jadi pelajaran ke depannya. Untuk tidak terlalu banyak pintu dalam satu pengurusan. Sehingga tidak saling menyalahkan begitu ada persoalan. Begitu juga setiap bangunan besar harus dibahas secara mendetail dan disampaikan ke publik. Seperti, film, belum lagi diputar, ada thrillernya. Jadi, jelas bangunan itu untuk apa,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga meminta Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) untuk kembali menyoroti persoalan ini. Mengingat, keberadaan bangunan tersebut sudah pernah mereka bahas. Dengan begitu hal ini menjadi lebih jelas dimana duduk persoalannya. Begitu juga penyebab sikap diam Pemko Medan atas keberadaan bangunan tersebut. “Berdasarkan informasi, KPK kan lagi ada di Medan. Tidak ada salahnya kembali menyoroti masalah ini. Dari situ nanti akan ketahuan dimana permasalahannya dan siapa yang bermain di balik pembangunan tersebut. Begitu juga apa yang menyebabkan Pemko Medan mendiamkan bangunan tersebut,” tambahnya. (eza)

Artikel Terkait