ADVERTORIALSUMUT

Korupsi Pasar Induk, Polda Sumut Diminta Tangkap Benny Sihotang

MEDAN, akses.co – Puluhan mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara (FAKMAKSU)  berunjuk rasa di Polda Sumut menuntut polisi menangkap Mantan Dirut PD Pasar Medan, Benny Sihotang, atas dugaan korupsi pembangunan Pasar Induk Medan. Kerugian negara ditaksir 60 Miliar rupiah.

Mereka menuntut Kapolda Sumut C/q Dir Reskrimsus menuntaskan kasus dugaan korupsi Pembangunan dan Penjualan Kios Pasar Induk Medan yang diduga melibatkan Benny Sihotang Mantan Dirut PD Pasar Medan.

Dalam orasinya Koordinator Aksi, Henri Sitorus, mendesak Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, M. Si, untuk menangkap dan memeriksa Benny Sihotang karena diduga sebagai aktor intelektual atas kasus dugaan korupsi pembangunan dan penjualan kios Pasar Induk Medan yang mengakibatkan kerugian negara hingga 60 Milyar lebih.

Dalam orasinya, Henri juga menilai harga kios di Pasar Induk Medan Tuntungan meroket tinggi. Banyak calo-calo kios di Pasar Induk Medan Tuntungan diduga adalah “Orangnya” Benny Sihotang yang mencekik para pedagang dengan menaikkan harga yang tinggi.

Katanya, harga kios di pasar tersebut setelah selesai dibangun melambung tinggi. Awalnya, untuk unit grosir Rp 12 juta, unit sub grosir Rp 7 juta, dan unit stand Rp 5 juta, tapi kini naik tinggi.

“Namun harga kios sekarang di Pasar Induk sudah mahal, sampai mencapai 20 juta hingga 30 juta. Ini karena membeli kios dari tangan ke tangan, calo ke pedagang. sehingga jadi mahal,” kata Henri.

Hal senada juga disampaikan oleh Pijai Sitorus bahwa tidak ada yang kebal dimata hukum semuanya sama. Kami meminta Polda Sumut konsisten dalam hal penanganan kasus korupsi khususnya kasus dugaan korupsi yang diduga terjadi penyelewengan Rp 60 Milyar lebih ini.
“Sesuai dengan semboyan Pak Kapolda, tidak Ada tempat bagi penjahat di Sumut, khususnya penjahat berdasi dan penjahat korupsi, “tambahnya

Satu jam menyampaikan orasi, mahasiswa disambut Bapak T. Matanari dan Sari Harafah Kaur Mitra Humas Polda Sumut.

Mereka mengapresiasi teman-teman mahasiswa dari FAMAKSU yang telah menyampaikan informasi ini, memang saat ini kasus ini telah ditangani Subdit III Ditreskrimsus Polda Sumut. Apabila ada bukti-bukti tambahan dari FAMAKSU segera sampaikan kepada Kami. (ggs)