ADVERTORIAL

KNPI: Ada Fitnah Jahat Terhadap Kabaharkam Polri

JAKARTA, akses.co – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani, menilai fitnah gratifikasi yang dialamatkan pada Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, tidak benar sama sekali.

Bakhtiar ketika diwawancarai, Rabu (17/6), menjelaskan bahwa tuduhan terhadap Pak Agus yang katanya menerima gratifikasi carteran pesawat dari saya untuk menghadiri pesta pernikahan adik ipar saya itu tidaklah benar.

“Demi Allah dan demi Rasulullah saya bersumpah tidak pernah sedikitpun memberikan fasilitas carteran pesawat ke beliau untuk menghadiri pernikahan adik ipar saya. Saya mengundang beliau, dan Alhamdulillah beliau hadir. Beliau bisa menyempatkan untuk hadir saja sudah syukur, ya tidak etis rasanya saya tanya naik apa datang kesini,” katanya.

Menurutnya, tidak boleh kita campuri orang mau datang itu pakai kendaraan apa, sepatu apa dan baju apa. “Jadi tidak benar beliau ada saya fasilitas pesawat carteran untuk hadir di pesta pernikahan adik saya,” katanya.

“Lagi pula saat itu Pak Agus hadir bersama rombongan dari Polda Sumut. Ada juga jajaran direktur Polda Sumut yang hadir. Ada Dirkrimsus dan Dirkrimum beserta rombongan lainnya yang hadir satu pesawat. Silahkan saja dicek ke mereka, apakah ada difasilitasi oleh saya untuk hadir ke Tapteng ” tegas Bakhtiar Sibarani.

Bakhtiar yang juga Wakil Ketua Umum DPP KNPI mendoakan agar yang melakukan fitnah tersebut cepat bertaubat dan dimurahkan rezki nya oleh Allah. “Kasihan Pak Agus terus di fitnah, dan tuduhannya itu-itu saja. Saya mendoakan agar beliau tetap sabar dan istiqomah untuk terus menebar kebaikan ditengah fitnah yang tidak baik itu,” kata Bakhtiar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP KNPI lainnya, Sugiat Santoso, menilai bahwa tuduhan tersebut adalah bagian dari manuver politik yang ingin menghambat karir Pak Agus ke depannya.

“Saya sebagai yang pernah menjadi pimpinan pemuda di Sumut sebagai Ketua DPD KNPI Sumut semasa beliau jadi Kapolda Sumut menjadi saksi bahwa masyarakat Sumut merasa aman dan terayomi atas kepemimpinan Pak Agus sebagai Kapolda Sumut. Bahkan rekonsiliasi pasca Pilpres tahun lalu diinisiasi oleh beliau sehingga masyarakat Sumut yang hampir terpecah belah bisa bersatu kembali,” katanya.

Menurut Sugiat, tebaran fitnah terhadap Pak Agus tersebut diduga ditunggangi oleh kelompok yang kepentingan politik dan ekonominya terganggu karena sepak terjang Pak Agus yang tegas dan tanpa pandang bulu dalam menegakkan hukum di negeri ini, sehingga mereka menebarkan fitnah yang jahat kepada Pak Agus,” tegas Sugiat. (ggs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker