BATUBARA

Ketua BEM STIT BB Minta Dinas LHKP Batubara Usut Tuntas Limbah di Kanal Titi Merah

BATUBARA, akses.co – Ketua BEM STIT Batubara Khairun Nizam meminta Pemerintah Kabupaten Batubara melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) agar segera mengusut tuntas Air kanal Desa Titi Merah yang berubah menjadi hitam, yang diduga berasal dari Limbah Pabrik setempat.

“Sebelumnya masyarakat Desa Titi Merah Kecamatan Lima Puluh Pesisir, keluhkan dengan adanya bau aroma yang tidak sedap hingga menyengat yang berasal dari air Kanal Titi Merah,” sebut Nizam usai melihat lokasi. Sabtu, (04/09/2021)

Sebelumnya, air Kanal Titi Merah merupakan air sungai yang bersih, adanya dugaan Limbah yang mengalir di kawasan sungai sehinga berubah postur air dan mengeluarkan bau yang tidak sedap sehingga membuat keresahan masyarakat.

Oleh karena itu, BEM STIT Batubara menduga adanya limbah kiriman dari dua Perkebunan, yaitu dari PTPN IV dan PT. Socfindo Tanah Gambus.

“Air Kanal Titimerah yang mengalir ke Desa Titi merah, Desa Gunung Bandung, Desa Pematang Panjang dan Desa Perupuk, Kecamatan Limapuluh Pesisir, saat ini sudah berwarna hitam dan mengeluarkan bau busuk. Ini harus ditindak lanjuti, karna kita takut berdampak terhadap perekonomian masyarakat memburuk dan juga kesehatan masyarakat terganggu,” pungkas Nizam.

Oleh karenanya, Ketua BEM STIT Batubara Mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan agar segera mengambil sampel air untuk di lakukan uji kualitas, dan setelahnya disamakan dengan limbah perkebunan.

“Jika pencemaran berasal dari perkebunan segera tindak tegas sesuai undang-undang No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkugan hidup,” tegas Nizam lagi.

Menanggapi hal tersebut Kadis LHKP Azhar saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya hanya mengecek saja, anehnya pihak Dinas LHKP tidak mengecek limbah perusahaan yang berada disekitaran air Kanal Titi Merah.

“Kita ngecek aja, ngak palah kita cek limbah perusahaannya,” katanya.

Lanjut Azhar bahwa, air sungai tersebut terindikasi bercampur limbah, sehingga berubah kualitas warna air.

“Akan mengecek sampel air untuk diketahui penyebab perubahan air kanal sungai Titi Merah,” tulisnya pada pesan WhatsApp. (Famas)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.