BELANJA

Kerjasama PGN dan PT Mark Dynamics Indonesia Tingkatkan Daya Saing di Pasar Global

Pgn
Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi (kiri) dan Presdir PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh (kanan) menunjukkan cetakan sarung tangan di pabrik kedua perusahaan itu di Desa Dalu X A Tanjung Morawa Kamis (14/11/2019). (foto : akses.co)

MEDAN, akses.co – Daya saing produk cetakan sarung tangan PT Mark Dyanmics Indonesia semakin meningkat di pasar global. Salah satunya penyebabnya karena  bekerjasama dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Hasil pembakaran gas bumi PGN yang sempurna yang digunakan oleh mesin produksi PT Mark Dynamics Indonesia terbukti mampu menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global.

Tercatat, sebanyak 98 persen hasil produksi cetakan sarung tangannya dipasarkan ke luar negeri. 60 persen diantaranya diekspor ke Malaysia dan sisanya ke beberapa negara lain seperti China, Vietnam, Thailand dan lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk Ridwan Goh kepada wartawan saat kunjungan ke pabrik kedua PT Mark Dynamics Indonesia Tbk di Desa Dalu X A Tanjung Morawa, Kamis (14/11/2019).

Ridwan Goh menjelaskan, sejak perusahaannya beroperasi tahun 2003, pihanya telah menggunakan gas bumi PGN karena pembakarannya lebih sempurna. Suhu yang dibutuhkan sekitar 300 derajat celcius.

Ridwan Goh menambahkan pemakaian gas bumi PGN di pabrik sarung cetakan sarung tangan itu sekitar 11.000 MMBTU per bulan.

Kerjasama antara PGN dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk dalam hal transaksi gas bumi turut mendorong perekonomian Sumatera Utara.

Terbukti, PT Mark Dyanmics Indonesia telah menyerap tenaga kerja 1.000 orang lebih di perusahaan pertama dan pabrik kedua sekitar 150 orang.

“Senang dan bangga kami bisa bekerjasama berkembang dengan Mark Dynamics,” ungkap Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi.

Pasokan gas yang diterima PT Mark Dynamics diharapkan Saeful meningkatkan kinerja perusahaan itu. Pasalnya, Mark Dynamics selain padat modal, juga padat karya yang merekrut banyak tenaga kerja. Cetakan sarung tangan ini memang butuh olesan tangan manusia, jadi handmade.

“Yang mempengaruhi daya saing banyak faktor seperti dari sisi tenaga kerja,” ungkapnya.

Saeful menyebut PGN telah mengaliri gas bumi ke Mark Dynamics setelah selesainya pembangunan Pipa Gas Bumi ke perusahaan tersebut. Sementara, pabrik pertama Mark Dynamics yang berada KIM Star Tanjung Morawa sudah  menggunakan gas bumi PGN.

Ini membuktikan eksistensi PGN di tengah masyarakat, bahwa kita masih dipercaya masyarakat dan para pengusaha untuk memenuhi kebutuhan akan bahan bakar sebagai solusi dalam menjawab segala tantangan yang ada di masyarakat dan dunia usaha,” ungkapnya.

Saeful mengatakan untuk menyalurkan gas ke PT Mark Dynamick Tbk, pihaknya membangunan infrastruktur berupa jaringan pipa gas di sekitar Jalan Kualanamu Bypass Kecamatan Tanjung Morawa sepanjang 4.500 meter dalam waktu hampir 3 bulan.

Dengan selesainya pembangunan infrastruktur ini maka industri – industri yang ada di sekitar pipa jaringan gas ini dapat beralih menggunakan gas bumi. Potensi gas bumi PGN sangat besar.

Kapasitas gas bumi PGN saat ini mencapai 40-an MMFCMD per hari, sedangkan yang terjual per hari masih 13,5 MMBTUD. Gas bumi PGN berasal dari Pangkalan Susu, Belawan yang sumbernya dari sumur-sumur di Aceh.

Di Mark Dynamics, unuk tahap awal pabrik kedua ini akan memakai 66.000 m3 atau 2.588 MMBTU /bulan, akan naik bertahap sampai dengan 510.000 m3 atau 20.000 MMBTU /bulan. (din)