ADVERTORIAL

Kerap Menolak Berhubungan Intim, Seorang Suami di Asahan Bunuh Istri Pakai Kapak

KISARAN, akses.co – Suami yang menghabisi nyawa istrinya menggunakan kapak dipicu lantaran sakit hati karena menolak berhubungan intim. Pelaku dijerat pasal berlapis, dengan pembunuhan berencana dan kekerasan rumah tangga dengan ancaman hukuman mati.

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Selasa (16/6) menjelaskan, tersangka HI, 27, warga Dusun II, Desa Seilama, Kec. Simpangempat, Kab. Asahan, diduga telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya Ayu br Siregar, 25, di kamar tidur, dengan mengkapak leher korban sebanyak dua kali, sehingga meninggal di tempat, Rabu (27/5) siang.

“Untuk modus operandi, dipicu karena tersangka sakit hati dengan istrinya masalah personal, karena sang istri selalu menolak saat diajak hubungan intim,” jelas Nugroho.

Dalam kasus ini, kata Nugroho, HI disangkakan pasal berlapis pasal 340 KUHP (tentang pembunuhan berencana) Subsidier Pasal 388 KUHP jo pasal 44 ayat (3) UU No 3/2004, tentang penghapusan kekerasan rumah tangga.

“Ancaman hukuman maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau paling lama penjara 20 tahun,” jelas Nugroho.

Disinggung dengan adanya dugaan gangguan kejiwaan HI, Nugroho menegaskan, hasil pemeriksaan RS Bhayangkara Medan, menyatakan tersangka sehat jasmani dan rohani.

“Tersangka dinyatakan sehat jasmani dan rohani,” jelas Nugroho.

Sebelumnya tersangka HI menghabisi nyawa istrinya di rumah orangtuanya, Dusun II, Desa Seilama, Kec. Simpangempat, Kab. Asahan, HI mengkapak leher istrinya Ayu br Siregar,25, di kamar tidur, dan aksi itu dipergoki oleh adik tersangka, sehingga dilerai, namun sayang korbannya tewas di tempat bersimbah darah. Tidak sampai di situ HI pergi ke dapur, dan mengambil kapak lain untuk melukai dirinya sendiri, dengan menyayat leher, dan mencoba memotong tangan tepatnya di pergelangan kirinya, namun diamankan pihak keluarga, akhirnya tangan kirinya diamputasi. (ggs)

Comments
To Top