BELANJA

Kepala Daerah Diminta Tekan Inflasi ke 3%

akses.co – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) soal pengendalian inflasi yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo meminta kepada kepala daerah mulai gubernur, bupati hingga wali kota soal Indonesia yang harus masuk dalam era inflasi rendah dan stabil.

“Beliau mengatakan jika inflasi itu rendah, otomatis daya beli masyarakat akan bisa dijaga, tingkat bunga diturunkan, iklim investasi semakin baik, karena semua bisa menjaga biaya produksinya. Nilai tukar bisa stabil dan pertumbuhan ekonomi akan naik,” kata Agus usai Rakornas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, seperti dikutip Kumparan Kamis (27/7).

Adapun dalam 2 tahun terakhir, inflasi Indonesia rata-rata di angka 3-4%. Pada 2015 mencapai 3,3% dan tahun lalu 3,02%. Menurut Jokowi, sepanjang 6 tahun terakhir, inflasi di negara tetangga seperti Filipina saja bisa di bawah 3%.

“Kok Indonesia masih 5%? Sehingga semua pemerintah daerah diajak oleh Presiden, untuk menjaga pasokan pangan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan terus berkomunikasi dengan​ masyarakat dan melakukan koordinasi di antara daerah supaya kelebihan di satu daerah bisa diambil oleh daerah lain yang defisit, sehingga inflasi bisa terjaga,” papar Agus.

Dia melanjutkan, pemerintah dan BI juga sudah sepakat bahwa secara jangka menengah akan mengendalikan target inflasi, dari 4 plus minus 1% di tahun ini, mengarah ke 3 plus minus 1%. “Sehingga 2018 -2019 inflasi bisa mencapai 3,5 -4,5%,” kata Agus.

Adapun dalam APBN-P 2017 yang disahkan DPR Kamis (27/7/2017), asumsi makro yang disetujui Badan Anggaran DPR untuk inflasi ada di 4,3%. (kum/rur)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.