NEWS

Jasad Remaja Yang Tenggelam di Lokasi Wisata Batu Jalur Kotarih Sergei Belum Ditemukan

Serdang Bedagai, akses.co – Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitulah nasib seorang remaja bernama Muhammad Faiz Azmi warga Desa Pematang Kasih, Pantai Cermin Kab. Serdang Bedagai, yang tenggelam pada Minggu (30/8) sore sekira pukul 17.00 wib di lokasi wisata pemandian Batu Jalur, Desa Perbahingan Kotarih Kab. Serdang Bedagai.

Sejak Minggu kemarin hingga hari ini, Senin (31/8) pencarian masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian sektor Kotarih, Tim Basarnas Sumut yang tiba di lokasi Sungai Batu Jalur Senin (31/8) dini hari sekira pukul 02.00 wib dan masyarakat dari dua kecamatan yakni Kec. kotarih dan Bangun Purba.

Menurut Aditiya, saksi mata yang merupakan teman dari Faiz yang tenggelam itu mengatakan, mereka berjumlah 8 orang masing-masing Dani, Dayat, Lambang, Aditya, Frend,Presto, Dian dan Faiz yang semuanya warga Pematang Kasih Kec. Pantai Cermin datang ke pemandian itu dan saat mandi-mandi beberapa dari mereka termasuk Aditya sempat tenggelam juga.

“Awalnya saya yang tenggelam dan terseret arus deras sungai batu jalur, namun berhasil diselamatkan teman-teman yang lain, selanjutnya dian ikut tenggelam dan coba diselamatkan oleh Faiz, lagi-lagi dian yang beberapa menit tenggelam akhirnya dapat diselamatkan dengan kondisi yang sudah lemas, tapi saat semua tim sar sibuk menyelematkan Dian ternyata kami kehilangan Faiz,” ujar Aditiya sedih.

Kapolsek Kotarih AKP Juliapan Panjaitan yang turun ke lokasi kejadian bersama personil Satreskrim Polres Serdang bedagai dan dibantu warga meninjau lokasi yang menjadi titik awal tenggelamnya korban Faiz dan hingga saat ini Kapolsek Kotarih belum mau memberikan keterangan resminya terkait tenggelamnya seorang remaja asal Pantai Cermin ini.

Salah seorang pengunjung Ahmad sangat menyangkan kejadian tenggelamnya seorang pengunjung di wisata Batu Jalur yang lagi di sukai wisatawan lokal dari berbagai daerah karena keindahan air sungainya yang deras, namun dari sisi pengamanan dari pihak pengelola terlihat lemah.

“Tim sar atau pengamanan di lokasi pemandian Batu Jalur ini hanya terlihat beberapa orang saja, tidak sebanding dengan pengunjungnya yang Ratusan orang setiap pekannya, dan tidaknya adanya pengeras suara dari pihak pengelola untuk mengimbau titik-titik berbahaya di aliran sungai Batu Jalur ini agar pengunjung berhati-hati dan dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,” tandas Ahmad. (Manahan. D)

Comments
To Top