Beranda INSPIRASI Tempatkan Da’i di Tobasa, Upaya Dompet Dhuafa Waspada Pertebal Keimanan Warga di...

Tempatkan Da’i di Tobasa, Upaya Dompet Dhuafa Waspada Pertebal Keimanan Warga di Daerah Terpencil

BERBAGI
Tim DDW bersama DAKWAH saat meresmikan penempatan da'i di daerah terpencil di Kabupaten Tobasa, Rabu (3/4/2019) lalu.(Tim DDW)

MEDAN, akses.co – Berbagai upaya dilakukan Dompet Dhuafa Waspada (DDW) meningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun kali ini, DDW mengambil peran cukup unik yakni menempatkan pendakwah atau da’i di kawasan terpencil di Kabupaten Tobasa (Toba Samosir).

Alasannya, Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, namun masih terdapat daerah-daerah  yang belum terjamah dakwah. Tempat yang terpencil, akses yang sulit, fasilitas publik terbatas, layanan kesehatan sulit, rumah ala kadarnya, makanan seadanya, dan minimnya da’i lokal menjadi alasan utama daerah-daerah tersebut mengalamai kekeringan spiritual.

Berangkat dari fenoma itu Da’i Kreatif Wal Ummah Dompet Dhuafa Waspada (DAKWAH) kembali membentangkan sayap dakwah islam di tepi Nusantara melalui penempatan Da’i di Desa Lumban Rau Timur Kecamatan Nassau Kabupaten Tobasa. Penempatan Da’i ini bertujuan untuk mensyiarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, dan juga untuk menjadi solusi permasalahan dan mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.

“Program DAKWAH ini harus juga berperan sebagai da’i pemberdaya. Dimana da’i tidak hanya berdakwah di atas mimbar, tapi juga harus menginisiasi dakwah transformatif yang menyentuh seluruh aspek kebutuhan dasar masyarakat seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial,” ujar Sulaiman, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Rabu (3/4/2019).

Pada acara penempatan Da’i tersebut Dompet Dhuafa Waspada juga menyelenggarakan Program Aksi Layanan Sehat (ALS) yang diikuti sekitar 200 warga. Program ALS ini memberikan pengobatan, pemeriksaan, dan pembagian obat-obatan gratis serta edukasi agar lebih ke arah preventif dan promotif.

Selain itu juga di desa tersebut untuk mendapat fasilitas layanan kesehatan disana cukup jauh hingga puluhan kilometer dan biaya pengobatan yang cukup mahal.

“Program ini demi mewujudkan harapan sehat khususnya masyarakat dhuafa. Bahwa sehat itu sederhana, bilamana semua lebih memahami bagaimana merawat tubuh dan melakukan pencegahan dari sakit. Kita semua bisa masuk ke dalam proses pencegahan dengan mengecek secara rutin kesehatan tubuh, sehingga bisa lebih awal mendeteksi jika ada tanda-tanda ingin sakit. Secara cost benefit pun pencegahan atau yang lebih dikenal di bidang kesehatan dengan istilah preventif dan promotif ini lebih rendah dibanding proses pengobatan setelah sakit, “Jelas Sulaiman.

Pada kegiatan ALS tersebut, tim medis yang hadir Dr. Ade Sinuhaji, Rizki Dwi Muthiah dan Nurlinasari Hafni Panggabean melakukan pengecekan kesehatan secara mulai dari gula darah, kolesterol, maupun pengecekan medis yang lainnya. Selain pemeriksaan juga dilakukan pengobatannya dengan penyediaan obat gratis.

Kepala Desa Lumban Rau Timur, Anton Naibaho, mengucapkan banyak terima kasih kepada Dompet Dhuafa Waspada dan relawan kesehatan yang telah meluang waktunya untuk memperhatikan spiritual serta kesehatan warga desa.

“Semoga penempatan Da’i dan ALS di kabupaten ini bisa membantu masyarakat untuk memperdalam ilmu agama serta dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat ,”harapnya.

Selain itu, Kepala Desa Lumban Rau Timur, Opung Pasaribu, pun mengucapkan rasa terima kasih kepada Dompet Dhuafa Waspada dan relawan kesehatan, yang telah membantu masyarakat dalam memeriksa kesehatan dan memperhatikan pendidikan agama Islam di wilayah itu.

“Kami sangat berterimakasih kepada Dompet Dhuafa Waspada dan semua pihak yang terlibat atas diadakannya kegiatan ini, harapan kami semoga kedepannya kegiatan ini dapat di selenggarakan di tempat ini lagi, mengingat tubuh yang sudah renta ini harus menempuh jarak layanan kesehatan hingga 35 Km jauhnya ” ucapnya.(sam)

Comments

Komentar