Beranda INSPIRASI Polres Batu Bara Inisiasi Sinergitas Pembangunan Daerah

Polres Batu Bara Inisiasi Sinergitas Pembangunan Daerah

BERBAGI
Wakapolres Batu Bara dan jajaran berfoto bersama dengan peserta FGD dengan kalangan akademisi di Aula Bhayangkari Mapolres Batu Bara, Sabtu lalu.
Wakapolres Batu Bara dan jajaran berfoto bersama dengan peserta FGD dengan kalangan akademisi di Aula Bhayangkari Mapolres Batu Bara, Sabtu lalu.

akses.co – Polres Batu Bara bekerjasama dengan mahasiswa Program Doktoral Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar Forum Grup Discussion (FGD), Sabtu (17/11/2018). Langkah ini upaya Polres Batu Bara menginisiasi sinergitas pembangunan daerah yang sejahtera berjaya.

Kapolres Batu Bara, AKBP Robinson Simatupang melalui Wakil Kepala Polres Batu Bara, Komisaris Polisi (Kompol) Herwansyah Putra, M.Si, mengatakan, sinergitas dengan berbagai pihak sangat diperlukan dalam mengawal pembangunan daerah. “Kali ini kami mengajak kalangan akademisi bersinergi untuk berbagi pengetahuan dalam penguatan pembangunan daerah,” kata Wakapolres.

Dalam FGD itu dihadirkan pembicara Dr Muhammad Habibi Siregar, MA (Dosen UINSU). Hadir juga mahasiswa program doktoral KPI UINSU yang juga akademisi dari sejumlah kampus antara lain, Abdul Hafiz Harahap dan Mukhlis (USU); Indira FD Peranginangin dan Fakhrur Rozi (UINSU); Mauludi, Risna Dewi, Teuku Alfiady (Universitas Malikulsaleh, Aceh), Bahtiar (IAIN Cot Zhawiyah Langsa), Luthfi Basit dan Abrar Adhani (UMSU), Syaiful Mukmin (Kepala Sekolah SMKN 1 Barumun), Amiruddin (Dosen STAI di Aceh Utara) dan Ahmad Rudi Sihaloho (Biro SDM Poldasu).

Dalam paparannya, Wakapolres Batu Bara, Kompol Herwansyah Putra, mengatakan, Kabupaten Batu Bara merupakan daerah potensial dengan masyarakat yang religius dan majemuk. Sejumlah persoalan keamanan dan pembangunan juga ditemukan. “Sama seperti daerah lain, masalah pembangunan selalu ada, dan itu harus ditangani bersama oleh semua pemangku kepentingan, termasuk Polres Batu Bara,” kata Herwansyah.

Dari sisi keamanan dan kriminalitas, Polres Batu Bara mendapatkan sejumlah kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan hingga pencurian kendaraan bermotor. “Tapi dalam dua bulan terakhir, tahanan di Polres Batu Bara ini diisi hampir 90% oleh pelaku kejahatan narkoba. Ini adalah masalah yang harus ditangani secara maksimal,” ujarnya.

Dr Muhammad Habibi Siregar, mengatakan, pembangunan daerah harus didukung dengan pembangunan spiritual yang mumpuni. Persoalan narkoba misalnya, harus juga dideteksi apa yang memicu kejahatan itu terus terjadi. Banyak riset menemukan, persoalan ekonomi, rendahnya pengetahuan agama, serta rendahnya kualitas komunikasi dalam keluarga, menjadi pemicu seseorang terlibat narkoba.

Narasumber Utama dalam FGD, Wakapolres Batu Bara (tengah), Dr Muhammad Habibi Siregar (kanan), dan Moderator Abdul Hafiz Harahap.
Narasumber Utama dalam FGD, Wakapolres Batu Bara (tengah), Dr Muhammad Habibi Siregar (kanan), dan Moderator Abdul Hafiz Harahap.

“Dengan itu, maka sinergitas semua pihak termasuk kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, ulama dan tokoh masyarakat menjadi penting dalam menjauhkan masyarakat Batu Bara dari narkoba. Termasuk juga penguatan spritualitas masyarakatnya,” ujar Habibi.

Fakta bahwa Batu Bara adalah kabupaten dengan wilayah laut yang lebih panjang dari pada daratnya, menjadikan kabupaten ini sebagai wilayah yang rentan sebagai pintu masuk narkoba dari Malaysia. “Polres Batu Bara harus memperkuat personelnya mengawasi ini. Tapi polisi saja tidak cukup, masyarakat kami dorong untuk sama-sama menghempang narkoba di Batu Bara,” ungkapnya.

Akademisi UINSU, Indira FD Peranginangin, menambahkan, kegiatan Polres Batu Bara dalam menginisiasi sinergitas pembangunan daerah dengan masyarakat cukup baik. Aktivitas Subuh Keliling (Suling) dan Kombur-Kombur yang digagas Polres Batu Bara, merupakan cara yang cukup baik menjaring aspirasi masyarakat. “Kami apresisasi jajaran Polres Batu Bara, dengan programnya yang secara langsung juga membantu Pemkab Batu Bara. Pemkab harus serius merespon kerja-kerja bersama semacam ini,” kata Indira.

Dalam FGD yang dipandu Abdul Hafiz Harahap, M.I.Kom itu, direkomendasikan sejumlah hal. Antara lian, usulan pembentukan Satuan Polisi Air di Polres Batu Bara, karena selama ini masih masih berupa Unit Polisi Air (di bawah komando Ditpol Air Polda Sumut), untuk memaksimalkan kerja pengawasan wilayah laut. (rur)

Comments

Komentar