Beranda INSPIRASI Di Unimed, Ijeck Ajak Mahasiswa Berwirausaha

Di Unimed, Ijeck Ajak Mahasiswa Berwirausaha

BERBAGI
Musa Rajekshah berpose bersama pimpinan dan civitas akademika Unimed usai memberikan ceramah kewirausahaan. (ist)
Musa Rajekshah berpose bersama pimpinan dan civitas akademika Unimed usai memberikan ceramah kewirausahaan. (ist)

akses.co – Tokoh muda Sumatera Utara (Sumut) H Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck memberikan kuliah umum bertema ‘Pembentukan Jiwa Entrepreneurship’ di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (31/10/2017).

Hadir dalam kesempatan itu Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom, MPd, WR 3 Unimed Prof Dr Sahat Siagian MPd, Dekan FIK Dr Budi Valianto, Wakil Dekan FIK Mesnan M.Kes, Dekan FIS Dr Nasrun MPd, Dekan FBS Isda Pramuniati, Guru Besar FIK Prof Dr Agung Sunarno dan lainnya.

Dalam kuliah tersebut, Ijeck mengajak para mahasiswa di Sumut khususnya mahasiswa Unimed untuk membangun semangat berwirausaha sejak dini. Dia menuturkan, untuk menjadi sukses maka harus berani bermimpi. Namun, mimpi saja tidak cukup dan harus diikuti dengan usaha dan kerja keras serta ketekunan dalam meraih mimpi tersebut.

“Saat ini tantangan semakin besar, bahkan semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Mirisnya, 10% dari jumlah pengangguran di Indonesia adalah kaum intelek yang menyandang gelar pendidikan perguruan tinggi. Karena itu, saya ajak mahasiswa untuk mulai membangun dan membentuk semangat jiwa berwirausaha,” kata Ijeck.

Menurutnya, dengan berwirausaha, paling tidak kita bisa membuka lapangan pekerjaan dan sekaligus dapat membantu orang lain. “Apalagi, di era digital seperti sekarang ini lebih mudah mencari informasi dan dengan mudah kita bisa memanfaatkan teknologi dalam berbisnis, misalnya dengan berbisnis online,” ujarnya.

Disebutkannya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, persentase jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 3,1%. Sedangkan jumlah wirausaha di Sumut sekitar 1,65%. Dimana, di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang persentase jumlah pengusahanya mencapai lebih dari 10%, Singapura mencapai tujuh persen dan Malaysia mencapai 5%.

Modal, sambungnya, memang menjadi permasalahan umum di saat seseorang ingin memulai usaha. Namun, modal saja tidak cukup dan harus diikuti oleh pengetahuan dalam berbisnis seperti menyusun strategi agar bisnis itu dapat berhasil. Sementara, modal uang dapat diraih dengan berbagai cara yakni meminjam di bank, mencari investor ataupun meminjam uang kepada orang terdekat.

“Mulai saja dengan usaha yang kecil dahulu, yang terpenting kita memulainya dengan berbekal pengetahuan yang mumpuni. Diantaranya, pandai melihat potensi pasar, siapa calon pembelinya dan lainnya. Dua hal lainnya yang tidak boleh dilupakan yaitu strategi dan network (jaringan). Sebab, strategi dan network itu penting dimiliki dalam menunjang kesuksesan berbisnis dan yang terpenting memiliki niat yang kuat dan tekun. Rezeki dapat diraih dari ketekunan dan kerja keras,” tandasnya.

Dia berharap, apa yang disampaikannya pada kuliah umum tersebut dapat bermanfaat bagi para mahasiswa yang hadir. “Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita mereka ke depan bisa terwujud. Jika mereka memulai sesuatu dengan doa dan restu orangtua, Insya Allah akan tercapai,” pungkasnya. (rur)

Comments

Komentar