Beranda INSPIRASI Dari Syaiful ke Wiriya…….

Dari Syaiful ke Wiriya…….

BERBAGI
Syaiful Bahri Lubis (kanan) dan Wiriya Alrahman dalam sebuah rapat di Pemko Medan.
Syaiful Bahri Lubis (kanan) dan Wiriya Alrahman dalam sebuah rapat di Pemko Medan.

KEPALA Bappeda Medan, Wiriya Alrahman resmi dilantik Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan. Wiriya menggantikan seniornya, Syaiful Bahri, yang digeser sebagai Staf Ahli Wali Kota Medan, Senin (15/10/2018).

Wiriya adalah alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), sama seperti Syaiful. Sebelum menjabat Sekda, Syaiful juga adalah Kepala Bappeda Medan. Sama juga seperti Wiriya. Sosok Syaiful, mungkin salah satu pejabat Sekda Medan terlama yang pernah ada di Pemko Medan. Dia menjabat Sekda sejak 2011, saat Wali Kota Medan dijabat Rahudman Harahap. Total ada tiga Wali Kota yang dia bantu. Mulai Rahudman, Dzulmi Eldin dan Randiman Tarigan (Pj Wali Kota Medan).

Syaiful Bahri adalah pekerja keras. Penulis yakin, banyak pejabat di Pemko Medan yang sudah merasakan langsung kepemimpinannya. Penulis sendiri mengenal Syaiful mulai dia menjabat sebagai Kabid Fisik (tahun 2008) di Bappeda Medan. Keterbukaannya menerima siapapun untuk berdiskusi, membuat penulis cukup akrab dengan sosok kelahiran 1959 ini. Berbagai pembangunan fisik di Kota Medan pasti melewati kajian Syaiful sebelum diajukan ke Wali Kota Medan. Pembangunan gedung-gedung tinggi seperti JW Marriott, Cambridge City, yang kontroversial karena aturan keselamatan penerbangan, pemindahan Bandara Polonia, dan lainnya.

Dulu, penulis juga sering mendapatkan informasi baru dan pertama (eksklusif) dari Syaiful. Misalnya terkait pembangunan fly over Amplas, yang pada 2008 masih berkutat soal pembebasan lahan. Dari Syaiful pula,  penulis tahu di Medan akan dibangun fly over Jamin Ginting, underpass Titi Kuning, hingga fly over Pinang Baris (yang kini masih belum dimulai). Tapi berita yang paling panjang adalah soal Ranperda RTRW Kota Medan, yang hampir 5 tahun baru bisa disahkan. Sebab, dialektika pembahasannya banyak sekali.

Lalu, siapa Wiriya Alrahman? Di kalangan Pemerintah Kota Medan,  Wiriya adalah pejabat yang sudah malang melintang di berbagai jabatan. Alumni Planologi ITB 1989 ini, pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Tata Kota Tata Bangunan (TKTB), Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Medan dan terakhir dipercaya sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan.

Wiriya lulus dari ITB dengan judul skripsi “Identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengelompokan kegiatan perdagangan jeans di Jalan Cihampelas-Kotamadya Bandung”. Pria kelahiran 1966 ini memang akrab dengan penataan dan perencanaan kota.  Dengan pengalaman dan pengetahuannya, menurut penulis, sosok Wiriya cukup tepat mengisi jabatan yang ditinggal Syaiful itu.

Wiriya dikenal sebagai pejabat yang cukup terbuka dan humble kepada wartawan. Tapi hal itu tidak membuatnya sebagai media darling, karena Wiriya lebih terlihat ‘pendiam dan dingin’ dibandingkan Syaiful. Wiriya juga senang bicara hal-hal teknis dan mendalam, jika diwawancara. Bagi penulis, ada kesamaan Wiriya dan Syaiful Bahri. Keduanya adalah sosok yang enak diajak berdiskusi. Meski terkadang, hal-hal yang disampaikan kedua orang ini tidak bisa ditulis menjadi laporan berita. Karena terlalu teknis, dan ‘menyinggung’ pihak tertentu. Sebab, ada kejujuran dari pernyataan-pernyataan keduanya dalam diskusi atau perbincangan dulu.

Terimakasih Pak Syaiful, sudah jadi salah satu, dari banyak, narasumber yang mencerdaskan penulis saat aktif sebagai wartawan di unit Pemko Medan. Semoga sehat selalu. Selamat bertugas juga Bang Wiriya. Semoga rencana-rencana pembangunan kota bisa terlaksana dengan baik. Komunikasi dengan DPRD Medan lebih maksimal, terutama dalam penyusunan dan pembahasan APBD. Kalau boleh request, realisasikan saja penataan/revitalisasi Lapangan Merdeka yang desainnya, sudah ada di tangan abang beberapa tahun lalu itu. Satu lagi, reklame liar yang sudah ditebas jangan kasi lagi berdiri. Trotoar yang sudah bersih dengan kerja bersama Pemko Medan, Polda Sumut dan Polrestabes Medan, juga ditata. Sekian dululah. Itu saja dulu. (*)

Fakhrur Rozi, pernah bertugas sebagai wartawan unit Pemko Medan

Comments

Komentar