Beranda INSPIRASI Al-Jam’iyatul Al-Washliyah dan Tangisan Ijeck

Al-Jam’iyatul Al-Washliyah dan Tangisan Ijeck

BERBAGI
H Musa Rajekshah saat menjadi pembina upacara di perguruan Al Washliyah Medan. (akses.co/istimewa)
H Musa Rajekshah saat menjadi pembina upacara di perguruan Al Washliyah Medan. (akses.co/istimewa)

Keturunan Hafidz Al-Quran, Mencintai dan Dicintai Ulama (5-habis)

akses.co – Melihat wajah Islam di Sumut, taklah lengkap bila tak menyebutkan perkumpulan al-Jam’iyatul al-Washliyah, yang berbasis di Sumut dan didirikan pada 30 November 1930. Bagaimana keintiman Musa Rajekshah (Ijeck) dengan al-Washilyah?

Tak tanggung-tanggung. Pengurus Besar (PB) Al-Washliyah ini malah sudah menjatuhkan pilihannya ke pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah sejak lama. Hal itu terlihat dari pernyataan Ketua PB Al Washliyah Dr H Yusnar Yusuf Rangkuti MS pada Rapat Koordinasi Pengurus Wilayah al-Jam’iyatul Washliyah Sumut di Garuda Plaza Hotel, Kamis (18/1/2018), yang dihadiri Ketua Wilayah al-Washliyah Sumut Prof Dr H Saiful Akhyar Lubis MA, Sekretaris H Isma Padli Ardya Pulungan SAg SH MH, unsur pengurus dan organ bagian Al Washliyah Sumut, Pimpinan Daerah Al-Washliyah se- Sumut, Rektor UMN Al-Washliyah H Hardi Mulyono Surbakti SE MAP dan anggota Al-Wasliyah lainnya.

Yusnar mengatakan, Edy Rahmayadi sejak dahulu warga al-Washliyah, namun karena di militer sosoknya tidak begitu menonjol sebagai warga al-Washliyah. “Istrinya juga merupakan keluarga al-Washliyah yang mana ayah istrinya bernama Kholis Lubis. Saya sudah mengenal Edy sejak 1979-1980, saat beliau menikah dan (waktu itu) saya yang membaca Al Qur’an,” ungkap dia.

Demikian juga dengan Ijeck. Menurut Yusnar, keluarganya juga senantiasa menjadi Penasehat di Al-Washliyah. “Ini keluarga al-Washliyah. Wajar kita dukung dan pilih. Bahkan Ijeck saat ini Penasehat PD Al Washliyah Medan,” tegas Yusnar.

Benar. Ijeck dilantik sebagai Penasehat PD Al-Washliyah Medan pada pelantikan yang digelar Jumat, 4 Maret 2016 lalu.

Menangis
Namun, sekelumit kisah di atas masihlah hanya segelintir keintiman antara Ijeck dan Ulama Islam, baik dengan organisasi keislaman maupun secara pribadi. Karena kedekatan dan kecintaan Ijeck dengan kaum ulama itulah, maka masyarakat langsung mafhum saat melihat air mata Ijeck menggenang ketika ada ulama yang wafat.

Hal itu disaksikan ketika Ijeck datang bertakziah saat Ustadz Dr HM Sofyan Saha, syahid meninggalkan umat Senin 12 Maret 2018 lalu. Bagaimana tidak, Ijeck dan almarhum baru saja duduk satu majelis Shubuh berjamaah dan tabligh akbar dua hari sebelumnya, Sabtu, 10 Maret 2018.

“Jodoh pertemuan maut dan rezeki adalah rahasia Allah. Sabtu pagi kami (dengan Ustadz Sofyan Saha, red) masih subuh berjamaah bersama Ustad Abdul Somad, tapi almarhum sudah mendahului kami tadi malam. Hari ini kita diberi peringatan bahwa Yang Punya Kuasa hanya Allah Swt,” kata Ijeck saat bertakziah. Ijeck pun tampak tak bisa menyembunyikan kesedihan dari matanya.

Dengan kedekatan Ijeck dan kaum Ulama Islam itu, masyarakat pun mafhum kalau jawaban terhadap program membersihkan masjid di seluruh Sumut yang dicanangkan keluarga Ijeck sejak lama, memang tak sekedar karena “peduli terhadap kebersihan Masjid” semata. Panjang kisahnya.

Karena itu, tak heran pula kalau Kongres Umat Islam Sumut 2018 beberapa waktu lalu yang menghasilkan Piagam Umat Islam Sumatera Utara, telah memutuskan untuk memilih pasangan muslim-muslim dalam Pilgubsu 2018 ini. Siapapun tahu nama pasangan itu. (rih)

Comments

Komentar