NEWS

IMADA Hasibuan Minta KPK Usut Kasus Gratifikasi Mantan Seketaris MA di Sumatera Utara

MEDAN, akses.co – Ikatan Mahasiswa Pemuda (IMADA) Parsadaan Hasibuan Sumatera Utara angkat bicara terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita lahan kebun kelapa sawit yang diduga terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman.

Penyitaan itu dilakukan pada Rabu (02/09/2020). Dengan meminta KPK memeriksa pihak-pihak terduga yang terlibat.

“Jadi begini, setelah kita mendapatkan informasi adanya penyitaan lahan kebun kelapa sawit yang diduga terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman, maka kita meminta kepada KPK untuk memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat,” kata Ketua IMADA Sumut Wildan Ansor Hasibuan kepada wartawan, Sabtu (5/9/20) di Medan.

Wildan berharap, dalam kasus tersebut, penyelidikannya tidak hanya menyita lahan saja. Lembaga anti rasuah itu diminta untuk mengusut siapapun yang terlibat di dalamnya, semua yang diduga terlibat harus diperiksa, agar tidak terkesan tebang pilih, dalam penegakan hukum.

“Jadi siapa pun yang terlibat di dalamnya harus dimintai pertanggungjawaban hukum, kami Mahasiswa IMADA Sumut, terus memantau kasus ini, hingga tuntas”, tegas Wildan.

Menurutnya, penelusuran lebih jauh yang dilakukan KPK untuk mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain sangatlah penting, dan itu harus kita dukung bersama, dalam proses penegakan hukum ini.

“Karena saya pikir, cara itu efektif. Dan perlu kami sampaikan kita sangat mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia khususnya di Sumatera Utara,” pungkas Wildan, tutupnya. (Han)

Comments
To Top