NEWS

Hutan Lindung Dialihfungsikan, KORPUS-API geruduk Mapoldasu

Medan, akses.co- Massa yang tergabung dalam Koordinator Pusat Aliansi Pemantau Independent (KORPUS API- SUMUT) mendatangi Mapolda Sumatera Utara, Kamis (10/7/2020). Massa meminta kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk terjun aktif menyelesaikan indikasi Tindak Pidana pengalihfungsian hutan lindung didesa Sei Pematang Baru kabupaten Asahan menjadi perkebunan kelapa sawit oleh oknum Johan dkk.

Massa aksi hadir ditempat tersebut karena keprihatinan terhadap KTHN Rajawali Mandiri yang laporannya terhadap persoalan tersebut dirasa berjalan ditempat. Dalam orasinya koordinator aksi Ridho Mukhlisin menyesalkan kelambatan pihak Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera yang terkesan lambat dan tak ada progres penyelesaian terhadap persoalan tersebut. “Kami menilai BPPH LHK wilayah Sumatera lamban dan tidak punya progres dalam permasalahan pengalihfungsian hutan lindung di desa Sei pematang baru, jangan sampai kami berpikir adanya indikasi kongkalikong pihak BPPH LHK dengan oknum Johan dkk”. Tutur Ridho.

Massa menggelar puluhan poster dan spanduk berisi tuntutan diantaranya Perpres 86/2018 tentang Reformasi Agraria sehingga konflik agraria dapat diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengentaskan kemiskinan.

Ridho dalam pernyataannya menjelaskan, hingga saat ini belum ada status yang jelas mengenai saudara Johan yang terindikasi sebagi pelaku Tindak Pidana Pengalihfungsian Hutan menjadi kebun kelapa sawit seluas 10,5 hektar dikawasan desa Sei Pematang Baru Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan.

“Setelah Aksi dikantor balai ini kami juga akan langsung menuju Mapolda Sumatera Utara untuk memintai Kepolisan ikut terlibat dalam proses penyelidikan masalah ini, dan meminta kepada kepolisian untuk menindak secara hukum pihak-pihak yang ikut terlibat dalam pengalihfungsian hutan ini.” Pungkas Ridho (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker