Deliserdang

Hubungan Tak Harmonis, Sekwan Biarkan Ketua DPRD Deliserdang Kunker Tanpa Staf Pendamping

Deliserdang, akses.co – Karena alasan sudah tutup buku, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Deliserdang, Drs. Rahmad, biarkan Ketua DPRD Deliserdang kunjungan kerja tanpa didampingi staf ASN. Kuat dugaan hubungan Sekwan tidak harmonis dengan Ketua DPRD.

Hal itu diketahui dari beredarnya foto Ketua DPRD Deliserdang, Zakky Sahri, yang membawa koper sendiri disebuah hotel dan tampak dalam foto tersebut sedang berkomunikasi dengan resepsionis saat memesan kamar.

Foto Ketua DPRD Deliserdang Zakky Sahri tersebut beredar di grup WhatsApp Wartawan, Minggu (29/11), yang di posting oleh Anggota DPRD Deliserdang Gambo Tarigan.

“Luar biasa rendah hati kali ketua DPRD Deliserdang ya pak, dari seluruh Indonesia baru ini Ketua DPRD mesan hotel sendiri, bawa koper sendiri. Berarti staf ASN kesekretariatannya yang keren nih,” kata Gambo.

Zakky Shahri ketika di konfirmasi, Senin (30/11), terkait keberangkatannya tanpa ada staf pendamping mengatakan, ia mengakui bahwasanya ia sebenarnya sudah meminta staf ASN pendamping ke pihak Sekwan, namun dikatakan Sekwan tidak ada lagi staf pendamping berhubungan sudah tutup buku.

“Sudah koordinasi dengan Seketariat Dewan tapi dibilang gak ada yang dampingi karena sudah tutup buku,” katanya.

Zakky pun mengakui, dirinya dalam fhoto yang beredar itu berada di salah satu hotel di Provinsi Aceh dalam rangka kunjungan kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).

“Ya hari ini masih di Aceh karena acaranya hari ini,” katanya.

Zakky mengaku kesal dengan sikap Sekwan DPRD Deliserdang, karena hanya mengutus pendamping staf untuk tim Bapemperda, sementara haknya Ketua DPRD untuk dapat pendampingan diabaikan.

Sementara itu, Sekwan DPRD Deliserdang ketika dikonfirmasi terkesan buang badan dan mengarahkan untuk mewawancarai anggotanya, Buyung Hasibuan, Kabag Anggaran dan Pengawasan.

Buyung Hasibuan mengatakan, sudah ada dua orang perwakilan yang dikirim untuk mendampingi ketua DPRD dalam rangka kunjungan kerja di Aceh.

“Namun pendamping yang diutus berangkat jalur darat, bukan udara,” ujarnya. (Manahan. D)

Comments
To Top