SINGKIL

Honor Non PNS Dipotong 30 Persen, Geram : Masa Pandemi, Tak Layak Nakes Ikut Dipotong

SINGKIL, akses.co – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah menerbitkan surat edaran kepada organisasi perangkat daerah (OPD).

Surat Edaran dengan Nomor KU-900/183/2021 tentang Penyesuaian Refocusing dan Realokasi APBK 2021 itu di tandatangani oleh Bupati Aceh Singkil.

Dalam Surat Edaran itu, Bupati Aceh Singkil meminta masing – masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan rasionalisasi tambahan penghasilan ASN dan rasionalisasi honorium non PNS sebesar 30 persen.

Dalam surat tersebut, Bupati mengecualikan pemangkasan bagi tenaga non PNS dengan honorium dibawah Rp 500 ribu, tenaga kebersihan, petugas jaga malam, sopir, dan petugas pemadam kebakaran.

Surat itu juga meminta agar data hasil refocusing dan realokasi APBK Tahun Anggaran 2021 disampaikan selambat – lambatnya tanggal 8 Juni 2021.

Menanggapi Edaran itu, Ketua Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (Geram) Kabupaten Aceh Singkil menyebutkan tak seharusnya Tenaga Kesehatan (Nakes) non PNS juga ikut di potong.

“Tenaga Kesehatan seharusnya jangan ikut jadi korban pemotongan ini”, Kata Jakirun, Kamis (10/6/2021).

Ia menambahkan, saat pendemi Covid-19 seperti ini, Tenaga Kesehatan merupakan benteng utama untuk memerangi pandemi.

“Tak layak jika Tenaga Kesehatan (Nakes) juga jadi korban pemotongan itu, Pemerintah juga harus menggunakan hati”, tambahnya.

Disana, kata dia, para nakes sudah bekerja dengan maksimal.

“Bisa kita bayangkan betapa besar resiko para nakes itu terpapar Covid-19”,

Dilanjutkan, resiko nakes terpapar lebih besar dari pekerja lain, bahkan Bupati itu sendiri.

“Pemerintah seharusnya bisa memasukkan para nakes itu sebagai pengecualian dalam pemotongan honorium tersebut”, pintanya.

Terpisah, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid saat ditemui awak media mengatakan tidak dapat menjelaskan secara detail.

“Yang lebih real bisa menemui TAPK saya”, kata dia, Kamis (10/6/2021).

Lanjut, kalau saya jelaskan secara detail, saya belum pegang bukunya nanti saya takut salah dalam penyampaian.

“Saya berharap kalian menemui TAPK saya, seperti apa mekanisme yang akan dilakukan itu”, tambah Dulmusrid.

Saat ditanya terkait surat edaran yang sudah di keluarkan, Bupati menjawab lupa.

“Mohon maaf saya lupa juga ya, karena sifatnya manusia ada kelupaan”, jawabnya.

Saya belum lihat apa saya sudah tanda tangani edarannya atau belum, kalau sudah berarti harus pasti, sambungnya.

“Kalau belum, InsyaAllah akan kita bicarakan lagi”, tutupnya. (S.Munthe)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.