Hendra DS: Putuskan Saja Kontrak dengan PT Budi Mangun KSO

Kondisi pembangunan Pasar Kampung Lalang, Medan belum kunjung selesai, Rabu (24/01/2018). (akses.co/istimewa)
Kondisi pembangunan Pasar Kampung Lalang, Medan belum kunjung selesai, Rabu (24/01/2018). (akses.co/istimewa)

akses.co – Belum rampungnya pembangunan Pasar Kampung Lalang, Medan membuat Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Hendra DS berang. Hendra DS pun meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan memutuskan kontrak dengan PT Budi Mangun KSO selaku pemegang proyek pengerjaan revitalisasi pasar tradisional Kampung Lalang Medan.

Berdasarkan laporan pedagang Pasar Kampung Lalang, hingga 30 hari evaluasi tahap pertama sejak habis kontrak kerja tahun anggaran 2017 yang jatuh tempo pada 22 Desember
2017 lalu, pengerjaan Pasar Kampung Lalang belum mencapai 30 persen sesuai kesepakatan bersama antara PT Budi Mangun KSO dengan Pemko Medan dan pedagang beberapa waktu lalu.

“Dinas PKP2R Medan harus berlaku tegas kepada PT Budi Mangun KSO.Jika tidak sesuai dan melanggar perjanjian yang sudah dibuat putuskan saja kontraknya,” ungkapnya, Rabu (24/01/2018).

Hendra DS menambahkan pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas PKP2R Kota Medan untuk menindaklanjuti perjanjian dengan PT Budi Mangun KSO tersebut.

Disinggung apakah pihaknya akan memanggil kembali pihak PT Budi Mangun KSO, politisi Hanura itu menyebutkan bahwa terkait evaluasi sudah diserahkan kepada Kepala Dinas PKP2R Medan, Syampurno Pohan.

“Evaluasi sudah kita serahkan ke Kadis PKP2R Syampurno Pohan dan kita akan koordinasi dulu sejauh mana hasil evaluasi mereka,” ujarnya.

Sementara Pedagang Kampung Lalang, Erwina Pinem mengaku pedagang sangat kecewa dengan hasil kerja yang dilakukan oleh PT Budi Mangun KSO. Karena, berdasarkan pantauan para pedagang, proyek pembangunan Pasar Kampung Lalang itu jalan ditempat.

Untuk itu, para pedagang meminta Pemko Medan untuk segera memutuskan kontrak dengan PT Budi Mangun KSO tersebut.

“Padahal, berdasarkan kesepakatan RDP di DPRD Medan waktu itu, disepakati kalau pada tahap pertama evaluasi pembangunan yakni 30 hari kerja, pengerjaan harus mencapai 30 persen.Tapi sampai sekarang pengerjaannya baru memasang tiang tiang pondasi. Bakal gini- gini aja itu. Putuskan saja kontraknya.Capek kami terus menunggu,” ungkapnya. (din)

Artikel Terkait