SINGKIL

Hasnan Manik Jelaskan, Dari Lingkungan Hingga Investasi Bodong Bisa Di Advokasi

SINGKIL, akses.co – Dalam kegiatan Ngobrol Pintar Anak Muda Aceh Singkil (Ngopi Asyik) yang digelar di Senda Coffe, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (16/1/2021).

Advokat muda Aceh Singkil Hasnan Manik, SH.MH dengan gamblang menjelaskan tentang hukum kepada para audien yang hadir.

“Banyak isu – isu yg bisa kita advokasi”, Kata Hasnan.

Dilanjutkan, kalau kita disini salah satunya pasti tau masalah lingkungan, betapa sampah berserak dimana – mana, banyak postingan tentang sampah yang tak selesai-selesai.

Tapi, kata dia, jarang anak – anak muda termasuk saya mungkin, yang mau ngomongin bagaimana mendaur ulang sampah yang membuat lingkungan kita sehat.

“Pengadaan tong sampah itu sampai detik ini kok susah, ada gak kita nanyak sama anggota dewan”, tuturnya.

Jangan – jangan, itu barang haram untuk di alokasikan, tidak juga, tegasnya.

“Tinggal, mau tidak kita mengeluarkan ide – ide cerdas kita untuk mengadvokasi lingkungan”, tanyanya.

Atau kita berbicara advokasi penegakan hukum, sambungnya, selama ini banyak orang sosialisasi tentang narkoba di sekolah.

“Kalau anak – anak ini tidak disibukkan dengan aktifitas produktif, ya kesitu lagi arahnya”, lanjutnya.

Dirinya kemudian memberi contoh bahwa orang pulang sekolah bingung mau ngapain, teman nongkrongnya dibawah pohon sawit.

“Sekarang kita berpikir bukan tentang penegakannya, tapi pencegahannya lebih baik sebenarnya, bagaimana anak muda ini kita sibukkan”, tegasnya.

Advokat muda tersebut kemudian mengatakan bersyukur ada komunitas Rumah Millenial yang menggelar kegiatan tersebut.

“Sehingga anak – anak muda punya aktifitas produktif, ada tempat untuk diskusi”, imbuhnya.

Dilanjutkannya, saya merindukan semua dinas – dinas ini kemudian, ketika ingin meng-eksekusi program, memanggil anak – anak muda yang cerdas – cerdas ini.

“Ajak terlibat, bagaimana kita desain menjadi program yang baik”, harapnya.

Mungkin kita tahu, lanjutkannya, berapa ribu ternak yang digelontorkan pemerintah, berapa ratusan ribu bibit yang disebar ditengah masyarakat.

“Ada tidak yang berpikir bagaimana mendesain agar tanaman sayur ini swa-sembada dirumah – rumah penduduk, ada tidak yang mengadvokasi ini”, paparnya.

Jadi di forum ini saya persingkat, bahwa ada banyak yang bisa kita advokasi, pertama tadi lingkungan, kemudian kekerasan rumah tangga, anak kawin lari, sengketa tanah, investasi bodong dan lain sebagainya, itu bisa kita advokasi, urainya. (S.Munthe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.