SINGKIL

Harga Bahan Baku Tinggi, Omset Pengusaha Tempe Di Aceh Singkil Menurun Hingga 40 Persen

SINGKIL, akses.co – Pengusaha tahu dan tempe di Aceh Singkil akhir – akhir ini mengalami penurunan omset dari penjualan.

Bagaimana tidak, harga kedelai yang menjadi bahan baku akhir – akhir ini melambung tinggi.

Kenaikan harga bahan baku itu mengakibatkan harga jual tempe juga ikut naik.

Seperti yang terjadi pada salah satu pengusaha produksi tahu dan tempe di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil mengalami penurunan omset.

“Bahan baku saat ini selain mahal juga sulit di dapat”, Kata Jantok, Kamis (7/1/2021).

Lanjut, ia mengatakan terkadang bahan baku tersebut juga telat sampai, karena bahan baku kita dari medan.

Dia menjelaskan, sebelumnya harga normal kacang kuning itu Rp 350.000 per 50 kilo.

“Sekarang mencapai Rp 500.000 per 50 kilonya”, urainya.

Untuk penjualan, sambungnya, biasanya kita kasih harga Rp 25.000 per cetakan.

“Sekarang karena bahan bakunya naik, kita jual Rp 30.000”, tuturnya.

Untuk pendapatan atau omset, dia menyebutkan mengalami penurunan hingga 40 persen.

Selain itu, untuk mensiasati atas seringnya keterlambatan bahan baku, ia menjelaskan terkadang meminjam kepada tetangga yang memiliki usaha sama.

“Setelah bahan bakunya sampai, baru kemudian kita ganti”, tandasnya. (S.Munthe)

Lihat selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.