Deliserdang

Gunakan Rapid Test Bekas di KNIA, PT Kimia Farma : Inisiatif Oknum Karyawan

Deliserdang, akses.co – PT Kimia Farma diagnostika angkat bicara soal dugaan penggunaan alat rapid test antigen bekas, di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (27/4). Menurut mereka dugaan penyalangunaan itu dilakukan oknum karywan, bukan pihak perusahaan.

“Dugaan penggunaan secara berulang alat satu kali pakai adalah murni inisiatif oknum karyawan PT Kimia Farma Diagnostika,”ujar Direktur Utama PT Kimia Farma, Aidil Fadhilah Bulqini, di Bandara Kualanamu, Rabu (28/4)

Aidil mengatakan pihaknya tidak mugkin menggunakan alat rapit test bekas. Sebab mereka sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP)

“Kami punya SOP yang tidak mentolerir penggunaan alat medis ini secara berulang. SOP penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” ujar Aidil
Kata di dalam SOP sudah diuji secara klinis melalui uji komparasi di Laboratorium PT Kimia Farma.

“Pihak perusahaan sudah melakukan uji komparasi terhadap sampel alat rapid tes. Dan dinyatakan lolos uji komparasi di laboratorium PT Kimia Farma Diagnostika,” jelas Adil.

Karena alasannya itu juga pihaknya enggan memohon maaf ditambah lagi karyawannya, juga belum terbukti bersalah. Pihaknya hingga kini masih menunggu hasil penyidikan.
“Kami tidak minta maaf karena kasus dugaan penggunaan secara berulang alat rapid tes sekali pakai belum ada yang bersalah dan masih tahap penyidikan polda Sumut. Jika terbukti bersalah secara pidana, kami mendorong pihak penyidik mengusut tuntas kasus itu,” ujar Aidil
Sebelumnya pengerebekan pelayanan Rapid Test Antigen di Lantai II Mezzanine Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, (27/4). Diduga penyelidikan dilakukan karena dugaan pelayanan penggunaan Rapid antigen bekas.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan membenarkan penggerebekan Itu.

“Jadi benar Subbid IV Krimsus, melakukan penindakan terhadap tindak pidana UU Kesehatan. Lokasi penindakan di salah satu ruagan di Bandara Kualanamu,” ujar Hadi kepada wartawan di Mapolda Sumut.
Namun dia belum merinci alasan melakukan pemeriksaan. Saat ini institusinya terus melakukan pendalaman termasuk terkait dugaan penggunaaan alat bekas rapid antigen.
“Dugaan ke arah situ semuanya di dalami penyidik. Makannya penyidik secara komprehensif melakukan pendalaman baru nanti di sampaikan ke rekan media,” ujarnya.
(Manahan.D)




Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.