ADVERTORIAL

GPM Sumut Tuding Kejatisu Terima Hadiah Dari Pemkab Paluta Terkait Dugaan Korupsi Di Dinas Perkim

Paluta, akses.co – Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumatra Utara (GPM Sumut) meminta Kejatisu panggil Bupati Kab. Padang Lawas Utara (Paluta) atas kasus dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Perkim Kab. Paluta. GMP tuding Kejatisu terima hadiah dari Pemkab Paluta

Hal itu disampaikan Koordinator GMP Sumut, Andes Jantan Siregar, Selasa (24/3/2020). Andes mengatakan, GMP Sumut mendesak agar Kejatisu secepatnya menyelesaikan proses penyelidikan yang sedang berlangsung di Intel Kejatisu.

Menurutnya, sebelumnya pemilik lahan selaku penjual tanah ke pihak Dinas Perkim telah hadir memenuhi panggilan Kejatisu, dan tim dari Kejatisu pun kabarnya telah turun ke lapangan untuk mengumpulkan beberapa tambahan data.

Katanya, kami juga berharap supaya tim apresial agar di panggil oleh Tim Intel serta Bupati Paluta untuk juga di panggil. “Bupati Paluta itu penanggung jawab Anggaran Pemerintah Daerah,beliau pasti mengetahui pembelian lahan tersebut,” tegasnya.

Lanjutnya, pembelian lahan oleh Dinas Perkim tersebut terkesan menjadi syarat korupsi, karena harga perkiraan lahan di kawasan tersebut masih berkisar 200-300 juta untuk per hektarnya, akan tetapi Pemkab mengeluarkan dana 3,1 miliar untuk lahan seluas 3,9 Hektar.

Andes menduga kalau mereka pihak Kejatisu telah menerima hadiah dari Paluta. Hal tersebut memperkuat dugaan kami di karenakan beberapa waktu lalu, asintel kejatisu dalam vidionya pernah menyampaikan bahwa ada yang berusaha melobi beliau terkait penanganan Laporan Dugaan Korupsi Dinas Perkim tersebut.

“Kami curiga kalau Kejatisu sengaja melama lama kan proses penyelidikan pembelian lahan Pemkab tersebut,” kata Andes Jantam Siregar kepada awak media. (Harahap Kuro Kuro)