ADVERTORIALNEWSPOLITIK

Golkar Buka Peluang Ijeck Bertarung Di Musda Golkar Sumut?

MEDAN, akses.co – Pernyataan Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Sumut, Sangkot Sirait, terkesan membuka peluang bagi non kader Golkar untuk ikut bertarung dalam Musda DPD I Golkar Sumut. Airlangga Hartarto adalah Ketua Umum, top leader partai yang bisa mengeluarkan kebijakan apapun demi kepentingan partai.

Seperti yang sudah santer diberitakan diberbagai media, pertarungan merebut kursi ketua Golkar Sumut semakin sengit dan menjadi bahan perdebatan banyak pihak. H. Musa Rajekshah (Ijeck) yang digadang-gadang sebagian kader Golkar terhadang untuk maju karena dianggap tidak memenuhi syarat. Sementara nama Yasir Ridho Lubis, yang juga digadang maju, dinilai akan berjalan mulus melangkah sebagai ketua Golkar Sumut karena dinilai sudah memenuhi syarat.

Sangkot Sirait, saat menggelar jumpa pers terkait pelaksanaan Musda Golkar Sumut di Jl. Wahid Hasyim, Medan, Kamis (21/2). Sangkot mengatakan, tahapan penjaringan Bakal Calon ketua DPD Golkar Sumut ini mengacu pada petunjuk pelaksanaan (Juklak) tentang tata cara pemilihan ketua. Pada aturan itu juga dijelaskan mengenai 9 syarat untuk dapat mendaftar menjadi bakal calon.

“Jadi bagi mereka yang ingin ikut masuk dalam penjaringan, harus memenuhi syarat yang 9 ini. Jika tidak terpenuhi syarat, maka dianggap gugur, dan ini sesuai dengan Juklak,” tegasnya.

Katanya, ke 9 syarat tersebut yakni,
1. Pernah menjadipengurus partai Golkar tingkat provinsi maupun pengurus tingkat kabupaten maupun pernah menjadi pengurus provinsi organisasi pendiri dan yang didirikan selama satu periode penuh.
2. Berpendidikan minimal S1 sederajat.
3. Aktif terus menerus menjadi anggota partai golkar sekurang-kurangnya lima tahun dan tidak pernah menjadi anggota partai politik lain.
4. Dinyatakan lulu smengikuti pendidikan dan pelatihan kader partai Gokar.
5. Memiliki prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan tidak tercela (PD2LT).
6. Memiliki kapabilitas dan akseptabilitas.
7. Tidak pernah terlibat G30 S PKI.
8. Bersedia melungkan waktu dan sanggup bekerja sama secara kolektif dalam partai Golkar.
9. Tidak mempunyai hubungan suami/istri atau keluarga sedarah dalam satu garis lurus keatas dan kebawah yang duduk sebagai anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota mewakili partai politik lain atau menjadi pengurus partai politik lain dalam satu wilayah yang sama.

“Inilah syarat mereka untuk dinyatakan sah sebagai Bakal Calon Ketua DPD Golkar Sumut,” kata Sangkot.

Ditambahkannya, setelah penetapan bakal calon terhadap sosok-sosok yang mendaftar dan memenuhi syarat tersebut, mereka akan melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni penetapan sebagai calon Ketua DPD Golkar. Pada tahap ini, setiap yang dinyatakan lolos sebagai bakal calon masih harus mampu menunjukkan satu syarat lain agar dapat ditetapkan sebagai calon.

“Syarat tersebut yakni menunjukkan dan menyerahkan minimal 30 persen surat dukungan dari pemegang hak suara. Artinya, jika tidak mampu menunjukkan dukungan ini maka yang bersangkutan tidak akan ditetapkan sebagai calon, sehingga tidak dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya,” tegasnya.

Namun saat disinggung soal, ada tidaknya aturan diluar Juklak yang membenarkan seseorang diluar kader diperbolehkan ikut dalam penjaringan Bakal Calon Ketua DPD I Golkar Sumut, seperti upaya diskresi dan sebagainya. Terkait hal itu, Sangkot menilai bahwa hal itu tergantung Ketua Umum DPP Golkar. “Pak Airlangga pimpinan partai, beliau top leader kami. Dan apapun keputusan yang diambil beliau demi kepentingan partai, kita sebagai pengurus siap melaksanakan,” tegas Sangkot.

Sangkot memberikan keterangan dengan didampingi Ramli Arianto Wakil Sekretaris DPD Golkar Sumut, Samsir Pohan selaku Wakil Ketua Steering Committee Musda Golkar Sumut, Rudi Suntari Pengurus DPD Golkar Sumut dan Apri Budi koordinator bidang media DPD Golkar Sumut. (ggs)

00

You may also like

Comments are closed.