CORONA

Gmni Medan: jika ada korupsi di dana covid 19, maka birokrasi kota ini sangat tidak berakhlak

Medan, akses.co – Selasa lalu kejaksaan tinggi sumatera utara telah melakukan penyelidikan dengan memanggil beberapa birokrasi kota medan yang juga termasuk dalam Gugus Tugas Covid 19 kota medan untuk mengumpulkan keterangan

Yersa Umar Hasibuan selaku ketua Bakercab GmnI Kota Medan mengangatakan bahwa pertanggung jawaban dana Covid-19 ini memang sangat tidak terbuka. Gugus tugas dengan anggarannya bahkan tidak terkordinasi dengan wakil rakyat sebagai pengawas birokrasi hari ini “sangat wajar jikalau ada dugaan penyalahgunaan disitu, karena minim pengawasan selama ini, kekuasaan saja berpotensi korup, apalagi tanpa diawasi” katanya.

Pertanggung jawaban ketua gugus tugas covid Kota Medan juga ikut dipertanyakan. Plt walikota juga harus terbuka untuk menyampaikan laporannya ke masyarakat ” inikan anggaran yang besar, dan untuk itu DPRD sekalu wakil rakyat harus memanggil dan pantau kemana saja dana itu” tambahnya

Dan ia mengingatkan untuk anggaran yang begitu besar dan bantuan-bantuan dari pihak swasta merukapan hal yang beda untuk di pertanggungjawabkan dan di laporkan. “untuk itu pisahkan mana anggaran dari perintah itu sudah semua terdata atau tidak, jangan di gabung-gabung sama dana bantuan dari swasta, itu beda , dan jangan dimanipulasi, terbuka saja untuk masyarakat tahu kalau anggaran itu semua tepat sasaran dan tepat guna” tambahnya

kalau memang terjadi adanya korupsi disitu GmnI sungguh miris melihatnya dan sungguh membuat makin terpuruknya reputasi birokrasi kota ini dan kemajuan kota medan ini sendiri. (Red)

Comments
To Top