Gerindra: Pelaku Pembunuhan Ulama di Labura Harus Dihukum Berat

MEDAN, akses.co – Gerindra Sumut turut prihatin atas terjadinya peristiwa pembunuhan terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Labuhanbatu Utara (Labura), Selasa (27/7) sore. Gerindra polisi menghukum berat pelaku pembunuhan ulama.

Hal itu disampaikan Sekretaris Gerindra Sumut, Robert L. Tobing, saat diwawancarai terkait peristiwa yang menewaskan Ketua MUI Labura, Drs. H. Aminurasyid Aruan. Robert mengatakan, Gerindra turut prihatin atas meninggalnya Ketua MUI Labura dan mengecam pelaku pembunuhan tersebut.

“Kami meminta kepada warga untuk tetap tenang dan mempercayakan kepolisian untuk mengungkap secara terang-benderang kasus pembunuhan terhadap Ketua MUI Kabupaten Labura,” kata Robert.

Menurutnya, pembunuhan terhadap ulama adalah tindakan yang keji yang tidak dapat ditolerir oleh siapapun.

Ia meminta agar pelaku pembunuhan tersebut dihukum seberat-beratnya, agar jadi efek jera dan sembari berharap agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” kata Robert.

Sebelumnya, Ketua MUI Labura tewas dibunuh usai dibacok orang tidak dikenal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa sadis itu terjadi di depan rumah korban di daerah Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kabupaten Labura.

Sontak warga yang melihat korban terkapar bersimbah darah dan tubuh masuk ke dalam parit berteriak histeris.

”Astaghfirullah, ini pak Aminnuarsyid,” teriak warga di lokasi kejadian pembacokan. (ggs)

Artikel Terkait

Berikan Komentar anda