SUMUT

Gawat.. !! Seorang Operator Crain PT. Puja Perkasa Tewas Tersengat Listrik, Ketua Ferari Batubara: Diduga Pengawasannya PT. PP Lemah

PERDAGANGAN, akses.co – Alangkah malangnya nasib Ari Purnomo seorang operator crain yang bekerja di PT. Puja Perkasa yang tewas tersengat arus listrik saat hendak menurunkan besi di Titi Gantung, Nagori Mayang Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun. Kamis sore (11/3/2021), sekira pukul 17.35 wib.

AP yang mengoperasikan mobil crain dengan bertuliskan PT. Puja Perkasa, berwarna hijau dengan nopol K 8095 AP, tewas setelah kabel seling Crain menyambar kabel PLN yang ada di sekitar tempat tersebut sehingga terjadi korsleting arus pada tuas yang dikendalikan oleh korban.

Dari saksi yang ikut bekerja bersama dengan korban diketahui bahwa korban pada saat itu bekerja untuk menurunkan tiang jembatan dengan menggunakan Crain dimana korban telah menurunkan 1 tiang.

Pada saat korban hendak menurunkan tiang ke 2, Kabel Seling Crain menyambar Kabel PLN yang ada di sekitar tempat tersebut sehingga terjadi korsleting arus pada tuas yang dikendalikan oleh korban.

Selanjutnya saksi berusaha memberikan pertolongan dengan membawa korban ke poliklinik Kebun Mayang. Namun setibanya di poliklinik korban dinyatakan telah meninggal dunia, oleh petugas medis yang sedang dinas pada saat itu.” Tulis Kapolsek Pasar Baru AKP Agus B Manihuruk dalam pesan Whatsappnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga korban bekerja diluar dari lokasi kerjanya yang bekerja dalam pengerjaan proyek tol dan mencoba mencari uang sampingan dengan mengerjakan proyek jembatan di Desa.
Namun naas niat ingin mencari uang sampingan tersebut ternyata berujung maut.

Sementara itu pihak PT. PP. Yus Yusuf saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan bahwa, pihaknya telah melakukan pengawasan semaksimal mungkin.

“Kami sudah melakukan pengawasan dgn ketat bahkan setiap awal kegiatan diberi arahan, namun kami tdk dapat mengontrol hati masing2 pekerja, dimana kejadiannyapun diluar area proyek bahkan di jam kerja. Namun demikian kami tdk berdiam diri tetap kami perhatikan sesuai aturan yg berlaku,” jawabnya.

Selain itu Ketua LBH FERARI Batubara, Helmi Syam Damanik menganggap bahwa insiden tersebut terjadi karena diduga kelalaian dari pihak perusahaan yang bisa lepas kontrol dan mengakibatkan mobil tersebut bisa keluar dari proyek.

“Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Bantuan Hukum Federasi Advokat Republik Indonesia (LBH FERARI) Kabupaten Batubara sangat menyesalkan dugaan lemahnya pengawasan terkait pekerja salah satu perusahaan pengembang jalan tol yang mana salah satu pekerja meninggal dunia akibat kesetrum aliran listrik menggunakan mobil cren diluar projeck tol. Menggunakan pasilitas perusahaan salah satu pengembang projeck tol. Projeck tol Inkis,” jelasnya.

Helmi juga menegaskan bahwa, DPC. LBH FERARI Kabupaten Batubara meminta kepada penegak hukum agar segera memanggil perusahaan terkait untuk diproses sebagaimana mestinya.(Red/Famas)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.