ADVERTORIALFEATUREDNEWSSUMUT

FGD Geopark Kaldera Toba, Destinasi Pariwisata Sumut Telah Dikenal Secara Luas

MEDAN, akses.co – Provinsi Sumatera adalah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Nasional sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional (RIPPARNAS).

Demikian dikatakan Kadis Pariwisata Sumut dr Ria Novida Telaumbanua Mkes dalam kegiatan Forum Grup Discussion (FGD) Geopark Kaldera Toba di Parapat beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan tersebut, Ria juga mengatakan Sumut memiliki potensi pariwisata baik berupa daya tarik pariwisata alam, daya tarik pariwisata buatan maupun daya tarik pariwisata budaya.

“Beberapa destinasi pariwisata yang ada di Sumut telah dikenal secara luas baik oleh Wisatawan Nusantara maupun Wisatawan Mancanegara, seperti Kawasan Danau Toba, Pusat Rehabilitasi Orangutan Bahorok, Kawasan Ekowisata Tangkahan di Kabupaten Langkat, Kawasan Wisata Bahari yang ada di pesisir Barat dan Kepulauan Nias serta berbagai destinasi wisata sejarah yang tersebar di Sumut,” tegasnya.

Pada sisi yang lain, kata Ria, Sumut merupakan salah satu provinsi yang secara geografis tersambung dekat dengan pusat-pusat kegiatan pariwisata pada lingkup negara-negara ASEAN, dimana sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang ikut diliberalisasi dalam iklim pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu, kehadiran pengelolaan pariwisata secara terintegrasi dan berkelanjutan di Sumut merupakan satu keharusan.

“Berangkat dari uraian di atas, maka Pemprovsu sudah mengupayakan Geopark (taman bumi) Kaldera Toba menuju UNESCO Global Geopark dengan menggunakan konsep manejemen pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadu-serasikan tiga keragaman alam yaitu, keragaman geologi (geodiversity), keragaman biologi (biodiversity), dan keragaman kebudayaan (cultural diversity).

Geopark merupakan sebuah konsep pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada pelestarian lingkungan, pendidikan, dan peningkatan ekonomi lokal dan regional melalui pemberdayaan masyarakat lokal secara utuh. Ada beberapa faktor yang mendukung untuk menjadikan Danau Toba menjadi Geopark Kaldera Toba, dengan lima SUPER.

“Yaitu, supervolcano, debunya menyebabkan intensitas cahaya matahari tinggal 1% dari normalnya, yang memicu terjadinya salah satu zaman es dan tumbuhan tidak bisa berfotosintesis dan mempengaruhi lintasan migrasi manusia modern melahirkan masyarakat yang memiliki kearifan lokal dan hidup harmonis dengan alamnya. Lalu ada super big vulkanik lake, super unique batakness culture, super beautiful landscape, dan super unique bio diversity,” tutupnya. (ggs)