ADVERTORIAL

Erick Thohir Harus Evaluasi Direksi Angkasa Pura II soal Skandal Rapid Tes Bekas di Bandara Kualanamu

MEDAN, akses.co – KNPI Sumut minta Menteri BUMN, Erick Thohir, mengevaluasi jabatan di jajaran Direksi Angkasa Pura II dan Kimia Farma terkait skandal penggunaan rapid test bekas di Bandara Kualanamu Deliserdang.

“Ini adalah kecerobohan fatal pengelola Bandara Kualanamu karena tidak mengawasi dan membiarkan praktek penggunaan rapid test bekas dilayanan Bandara. Dan ini mungkin bisa saja terjadi diberbagai jejaring layanan rapid test yang dikelola oleh Kimia Farma,” kata Wakil Ketua KNPI Sumut, Ronggur Raja Doli Simorangkir, MA, Rabu (28/4).

Ronggur mengatakan, ditengah situasi pandemi begini, pelayanan rapid test menjadi skala prioritas dalam mapping dan antisipasi penyebaran Covid.

Menurutnya, jika pelayanan rapid test tidak dilakukan dengan serius, maka pemerintah akan kebobolan dan tidak punya data yang valid tentang penyebaran Covid.

“Saya tidak mau masuk keranah berapa keuntungan Kimia Farma terkait praktik kotor itu. Namun jauh lebih dari itu, saat ini kita sedang berjuang melawan penyebaran Covid dan jangan sampai karena kelalaian begini Indonesia dihantam gelombang lanjutan Covid seperti apa yang terjadi di India saat ini,” kata Ronggur.

Ronggur berharap agar Menteri BUMN turun ke Angkasa Pura II dan Kimia Farma memeriksa anak buahnya agar dilakukan penindakan yang serius supaya kejadian serupa tidak terulang.

Katanya, KNPI akan terus mengawal kasus ini dan melihat sejauh mana sanksi yang diberikan terhadap para pelaku dan memantau keseriusan Kementerian BUMN dalam menindak bawahannya terkait skandal penggunaan rapid test bekas di Bandara Kualanamu. (ggs)




Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.