NEWS

Enam Tahun Jadi Guru Gaji 300 Ribu, Kepsek nya Malah Tak Transparan Memberikan Gaji

BARU BARA, akses.co – Sungguh miris ketika mendengar keluh kesah Seorang guru honor Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Tiram Siti Kholijah yang mengungkapkan Kelakuan kepala sekolahnya karena setiap memberikan gaji kepala sekolah tak transparan.

Siti Kholijah mengaku menjadi guru lebih kurang 6 tahun mulai digaji 300 ribu perbulan hingga dijanjikan gaji 1 juta perbulan melalui anggaran dana bos.

“Sebelumnya gaji yang saya terima cuma 300 ribu, karena ada perubahan permendikbud nomer 19 tahun 2020, maka gaji saya ditambah 50 ribu oleh kepala sekolah pada triwulan pertama tahun ajaran 2020,” Kata Siti Kholijah didampingi ibunya Asmalia Hasibuan di Tanjung Tiram, minggu (5/7/2020).

Karena tak transparan dengan gajinya, lantas ibu satu anak itu memberanikan diri untuk menyampaikan keluhan hatinya ke dinas pendidikan Kabupaten Batubara.

“Disana (kantor Dinas Pendidikan), pada saat itu kami disambut oleh pak Irwansyah salah satu kabid karena waktu itu kabidnya baru dilantik, kesepakatan dari pak Irwan kami berempat digaji 1 juta per orang untuk empat orang,” Kata Kholijah.

Setelah kesepakatan itu, kepala sekolah kemudian berjanji akan memberikan gaji kami satu juta perorangan, tapi hanya untuk dua orang saja, duanya lagi tidak.

“Ini bapak gaji lah kau 1 juta tapi untuk 2 orang, bapak minta tolong jangan kau tanya- tanya berapa persen gajimu dari anggaran dana bos itu. Kemudian kau buatlah berita acara supaya jangan menuntut lagi,” Beber Kholijah.

“Setelah adanya berita acara ini, kau jangan menuntut- nuntut lagi kedinas ya jah,” Kata Kepala sekolah sebagaimana yang ditirukan Siti Kholijah.

Setelah kesepakatan gaji 1 juta itu, kepala sekolah kemudian tidak memasukkan data namanya sebagai penerima honor insentif dari dinas kabupaten.

“Lalu aku difitnah kepala sekolah, katanya aku sudah tidak aktif lagi mengajar mulai dari bulan 3 hingga bulan 5 tahun 2020. Selama covid-19 ini aku diadukannya sudah tidak masuk lagi mengajar,” Katanya.

Karena difitnah, aku kembali ke kantor dinas kabupaten dengan membawa berkas- berkas lengkap dengan absen dan daftar hadir saat aku masuk ke sekolah.

“Ini semua data-dataku pak, aku tidak pernah absen disekolah walaupun Dimasa pandemi, tanya aja piket, lihat absen hadirku disekolah pak, kepala sekolah itu fitnah pak,” Kata Kholijah membela dirinya dari laporan kepala sekolah.

Untuk meyakinkan ‘kebusukan’ kepala sekolah, kepala sekolah meminta kepada para guru- guru untuk menandatangani surat pernyataan sebagai pembenaran dari pernyataan kepala sekolah sebagai bukti untuk dinas pendidikan kabupaten. Tapi, akhirnya para guru- guru disekolah tidak mau. Mereka membeberkan ke saya,. Ungkapnya.

“Pada saat pencarian dana bos pada triwulan kedua untuk membayarkan gaji, kepala sekolah kembali membuat rapat kepada para guru- guru, disana saya dihujat- hujat oleh kepala sekolah, mau ditumbuk nya lah saya, walaupun begitu saya tetap sabar,”

Kemudian kepala sekolah kembali membuat rapat, dengan meminta persetujuan para guru- guru agar gaji saya diturunkan kembali menjadi 750 ribu.

“Usai rapat, malam harinya, tiba-tiba bendahara datang kerumah saya dengan mau membayar gaji saya 750 ribu perbulan, tapi saya tolak,” Katanya.

Karena terus memusuhi saya, hingga akhirnya, kepala aekolah tidak memasukkan namanya saya sebagai peserta Uji Kompetensi Guru (UKG) yang digelar dinas pendidikan baru- baru ini.

Terpisah, kepala sekolah SDN 07 Kecamatan Tanjung Tiram Arfan saat dihubungi melalui via teleponnya minggu Tak Transparan Dengan Gaji, Guru Honor Ini Ungkap Borok Kepseknya

Seorang guru honor Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Tiram Siti Kholijah mengungkapkan Borok kepala sekolahnya karena setiap memberikan gaji kepala sekolah tak transparan.

Siti Kholijah mengaku menjadi guru lebih kurang 6 tahun mulai digaji 300 ribu perbulan hingga dijanjikan gaji 1 juta perbulan melalui anggaran dana bos.

“Sebelumnya gaji yang saya terima cuma 300 ribu, karena ada perubahan permendikbud nomer 19 tahun 2020, maka gaji saya ditambah 50 ribu oleh kepala sekolah pada triwulan pertama tahun ajaran 2020,” Kata Siti Kholijah didampingi ibunya Asmalia Hasibuan kepada wartawan di Tanjung Tiram, minggu (5/7/2020).

Karena tak transparan dengan gajinya, lantas ibu satu anak itu memberanikan diri untuk menyampaikan keluhan hatinya ke dinas pendidikan Kabupaten Batubara.

“Disana (kantor Dinas Pendidikan), pada saat itu kami disambut oleh pak Irwansyah salah satu kabid karena waktu itu kabidnya baru dilantik, kesepakatan dari pak Irwan kami berempat digaji 1 juta per orang untuk empat orang,” Kata Kholijah.

Setelah kesepakatan itu, kepala sekolah kemudian berjanji akan memberikan gaji kami satu juta perorangan, tapi hanya untuk dua orang saja, duanya lagi tidak.

“Ini bapak gaji lah kau 1 juta tapi untuk 2 orang, bapak minta tolong jangan kau tanya- tanya berapa persen gajimu dari anggaran dana bos itu. Kemudian kau buatlah berita acara supaya jangan menuntut lagi,” Beber Kholijah.

“Setelah adanya berita acara ini, kau jangan menuntut- nuntut lagi kedinas ya jah,” Kata Kepala sekolah sebagaimana yang ditirukan Siti Kholijah.

Setelah kesepakatan gaji 1 juta itu, kepala sekolah kemudian tidak memasukkan data namanya sebagai penerima honor insentif dari dinas kabupaten.

“Lalu aku difitnah kepala sekolah, katanya aku sudah tidak aktif lagi mengajar mulai dari bulan 3 hingga bulan 5 tahun 2020. Selama covid-19 ini aku diadukannya sudah tidak masuk lagi mengajar,” Katanya.

Karena difitnah, aku kembali ke kantor dinas kabupaten dengan membawa berkas- berkas lengkap dengan absen dan daftar hadir saat aku masuk ke sekolah.

“Ini semua data-dataku pak, aku tidak pernah absen disekolah walaupun Dimasa pandemi, tanya aja piket, lihat absen hadirku disekolah pak, kepala sekolah itu fitnah pak,” Kata Kholijah membela dirinya dari laporan kepala sekolah.

Untuk meyakinkan ‘kebusukan’ kepala sekolah, kepala sekolah meminta kepada para guru- guru untuk menandatangani surat pernyataan sebagai pembenaran dari pernyataan kepala sekolah sebagai bukti untuk dinas pendidikan kabupaten. Tapi, akhirnya para guru- guru disekolah tidak mau. Mereka membeberkan ke saya,. Ungkapnya.

“Pada saat pencarian dana bos pada triwulan kedua untuk membayarkan gaji, kepala sekolah kembali membuat rapat kepada para guru- guru, disana saya dihujat- hujat oleh kepala sekolah, mau ditumbuk nya lah saya, walaupun begitu saya tetap sabar,”

Kemudian kepala sekolah kembali membuat rapat, dengan meminta persetujuan para guru- guru agar gaji saya diturunkan kembali menjadi 750 ribu.

“Usai rapat, malam harinya, tiba-tiba bendahara datang kerumah saya dengan mau membayar gaji saya 750 ribu perbulan, tapi saya tolak,” Katanya.

Karena terus memusuhi saya, hingga akhirnya, kepala aekolah tidak memasukkan namanya saya sebagai peserta Uji Kompetensi Guru (UKG) yang digelar dinas pendidikan baru- baru ini.

Terpisah, kepala sekolah SDN 07 Kecamatan Tanjung Tiram Arfan saat dihubungi melalui via teleponnya mulai minggu hingga senin (06/7/2020) tidak aktif, beberapa kali dihubungi melalui panggilan WhatsApp pada malam juga tidak menjawab. Red

Comments
To Top