Beranda EKBIS Tingkatkan Produktivitas, Kemenperin Bantu 20 IKM Gunungkidul

Tingkatkan Produktivitas, Kemenperin Bantu 20 IKM Gunungkidul

BERBAGI
Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.
Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

akses.co – Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk Industri Kecil Menengah (IKM), Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jederal Industri Kecil dan Menengah (IKM) memberikan fasilitas berupa bantuan mesin dan peralatan guna mendukung proses produksi kepada 20 IKM pandai besi di Dusun Kedung I, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

“Kami terus mendorong pengembangan dan penguatan daya saing industri dalam negeri termasuk sektor IKM di setiap daerah di Indonesia. Untuk itu, Kemenperin bertekad memacu tumbuhnya sentra IKM, salah satunya sentra IKM pandai besi yang berada di Gunungkidul,” papar Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta beberapa waktu lalu.

Gati menambahkan, pihaknya telah menyerahkan mesin dan peralatan untuk pelaku IKM pandai besi di Gunungkidul berupa 5 unit genset, 5 unit kompresor, 5 unit spray gun, 5 unit bor duduk, 8 unit travo las listrik, 20 unit gerinda tangan, 3 unit gunting plat, 3 unit band saw dan 1 unit mitre saw.

“Kami berharap, melalui bantuan tersebut, IKM pandai besi di sana dapat tumbuh dan berkembang sealigus juga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produknya, sehingga akan memberikan efek berantai bagi perekonomian nasional dan daerah,” jelasnya.

Saat ini, terdapat dua sentra IKM pandai besi di Kelurahan Karangtengah yang mewadahi 72 pelaku IKM dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 230 orang. Pada tahun 2017, sentra IKM pandai besi di Karangtengah ini tercatat memproduksi hingga 952.200 buah berbagai alat pandai besi dengan nilai investasi lebih dari Rp2 miliar.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (LMEA) Endang Suwartini meyakini pengembangan sentra IKM pandai besi di Gunungkidul ke depannya masih memiliki prospek yang cukup baik.

“Kabupaten Gunungkidul ini merupakan salah satu wilayah yang perekonomiannya didominasi oleh sektor pertanian dan pariwisata. Dengan luas wilayah mencakup 46,63 persen dari luas keseluruhan wilayah di Yogyakarta, tentunya potensi industri yang dapat dikembangkan adalah untuk mendukung sektor tersebut,” ujarnya.

Endang menambahkan, bantuan mesin dan peralatan kepada IKM pandai besi di Gunungkidul merupakan salah satu pelaksanaan program Kemenperin dalam rangka menumbuhkan wirausaha industri baru yang berkolaborasi dengan program daerah.

Endang pun berharap, adanya fasilitasi tersebut, IKM pandai besi di Gunungkidul akan semakin berkembang dan termotivasi untuk lebih giat mengembangkan industrinya dan mampu mencari pasar potensial baik di dalam maupun luar negeri.

“Sinergi kegiatan pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci efektif untuk pengembangan IKM,” pungkasnya. (din)

Comments

Komentar