Beranda EKBIS Kemenperin Dorong Singapura Kembangkan Kawasan Industri di Indonesia

Kemenperin Dorong Singapura Kembangkan Kawasan Industri di Indonesia

BERBAGI
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (kanan) saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (kanan) saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta beberapa waktu lalu.

akses.co – Kementrian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong Singapura untuk mengembangkan kawasan industri di Indonesia. Tujuannya untuk memperkuat kemitraan kedua negara dalam rangka saling melengkapi potensi ekonomi antara Indonesia dan Singapura.

“Singapura merupakan salah satu negara tetangga yang memiliki peran strategis bagi kepentingan Indonesia maupun kawasan,” ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta melalui siaran pers yang diterima akses.co, Senin (20/02/2018).

Pernyataan ini menanggapi pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, beberapa waktu lalu di Kementerian Perindustrian.

Airlangga menambahkan di bidang investasi, pihaknya telah mendorong Singapura untuk dapat terus mengembangkan pembangunan kawasan industri di daerah lain Indonesia, yang konsepnya terintegrasi serupa dengan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah.

”Kami menawarkan di Kalimantan Utara (Tanah Kuning), Sumatera Utara (Kuala Tanjung) dan Sulawesi Utara (Bitung),” jelasnya.

KIK yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong, 14 November 2016, merupakan proyek patungan antara pelaku industri Indonesia dan Singapura yakni PT Jababeka Tbk. dan Sembcorp Development Inc. Nilai investasi di kawasan seluas 2700 hektar ini mencapai USD 360 juta.

“Sampai Januari 2018, KIK telah menarik sebanyak 39 investor yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, China dan Jepang dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 1.950 orang,” jelasnya.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor industri furnitur, makanan, kemasan makanan, baja, label printing dan boneka.

“Pada pertemuan dengan Menlu Singapura, kami juga membahas mengenai Bilateral Investment Treaty dan negosiasi pembaharuan Double Taxation Agreement,” ungkap Airlangga.

Di tahun 2017, Singapura mejadi investor kedua terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia hingga USD 2,05 miliar.

Di samping upaya peningkatan investasi, Indonesia-Singapura menjalin sinergi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi.

“Contohnya, pembangunan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di KIK yang rencananya tahun ini menerima mahasiswa baru sebanyak 96 orang untuk tiga prodi,” ungkap Menperin.

Komitmen kerja sama di bidang pendidikan vokasi, juga terimplementasi melalui penandatanganan MoU antara Menperin RI dengan Menteri Pendidikan Singapura, Technical Arrangement (TA) antara Sekjen Kemenperin dengan Direktur Kampus Institute of Technical Education (ITE) Singapura, dan Collaborative Agreement antara Kapusdiklat Industri dengan ITE Education Services (ITEES) Singapura.

“Langkah tersebut sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi untuk mendororong setiap kawasan industri baru dilengkapi dengan fasilitas pendidikan vokasi,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Airlangga menambahkan, sebanyak 25 kepala sekolah dan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Indonesia akan mengikuti pelatihan kepemimpinan di Kampus ITE Singapura.

Peserta tersebut terdiri dari guru produktif di bidang permesinan, tehnik pemanfaatan instalasi tenaga listrik dan tehnik otomasi industri. Mereka di antaranya berasal dari SMK di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

”Leadership Training Workshop ini dilaksanakan di Kampus ITE Singapura mulai tanggal 19 Februari-3 Maret 2018,” pungkasnya. (din)

Comments

Komentar