Beranda EKBIS IA-CEPA Ditandatangani, Industri Manufaktur Nasional Bisa Tingkatkan Eskpor ke Australia

IA-CEPA Ditandatangani, Industri Manufaktur Nasional Bisa Tingkatkan Eskpor ke Australia

Indonesia dan Australia telah menandatangani IA-CEPA dan itu menjadi keuntungan bagi Indonesia untuk bisa meningkatkan nilai ekspor industri manufaktur

BERBAGI
IA CEPA ditandatangani
Menperin, Airlangga Hartarto (kiri) usai penandatanganan IA-CEPA, Senin (4/03/2019) (foto : kemenperin)

akses.co – Indonesia- Australia telah menandatangani Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Senin (4/03/2019). Kini, peluang industri manufaktur nasional lebih besar untuk meningkatkan nilai ekspornya ke Negeri Kanguru itu.

IA-CEPA ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyaksikan proses penandatanganan tersebut.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama ekonomi yang komprehensif ini. Karena menjadi momentum untuk sama-sama memacu pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” papar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto seperti siaran persnya yang diterima akses.co, Senin (4/03/2019).

Ekspor Indonesia akan meningkat ke Australia. Terlebih lagi, Australia telah berkomitmen untuk mengeliminasi bea masuk impor untuk seluruh pos tarifnya menjadi 0 persen. Beberapa produk Indonesia yang berpotensi untuk ditingkatkan ekspornya, antara lain produk otomotif (khususnya mobil listrik dan hybrid), kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, serta peralatan elektronika.

IA CEPA memberikan persyaratan QVC atau kualifikasi konten lokal yang lebih mudah untuk kendaraan listrik dan hybrid asal Indonesia, sehingga industri otomotif Indonesia dapat mengekspor kendaraan listrik dan hybrid ke Australia tanpa harus membangun seluruh teknologi dan fasilitas produksi dari nol. Diharapkan kendaraan listrik dan hybrid menjadi andalan ekspor RI masa depan.

“Bagi Indonesia, ekspor produk manufaktur yang tengah kita pacu adalah textile, clothing dan footwear. Selama ini, komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Negara Kanguru tersebut, antara lain furnitur, produk karet dan kimia olahan, makanan dan minuman, tekstil, serta elektronika,” ujarnya.

Airlangga menambahkan, pihaknya masih berkeinginan untuk dapat meningkatkan ekspor ke Asutralia berupa kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up/CBU, baik itu yang mesin menggunakan bahan bakar maupun elektrik.

“Karena industri otomotif di sana tutup semua. Ini menjadi peluang bagi kita,” ungkapnya.

Ini Keuntungan IA-CEPA Ditandatangani Bagi Indonesia

Lebih lanjut, sektor industri manufaktur Indonesia juga dapat mengakses bahan baku dasar atau penolong produksi yang lebih murah dan berkualitas untuk kemudian diekspor ke negara lainnnya.

Keuntungan IA-CEPA bagi Indonesia di antaranya preferensi ketentuan asal barang yang lebih baik, peningkatan standar profesi Indonesia yang akan dimulai dengan mutual recognition di sektor engineering, serta kepastian dan jaminan hukum bagi perusahaan Australia untuk berinvestasi di Indonesia

“Dalam jangka menengah, proyek kerja sama dalam kerangka IA-CEPA memprioritasikan pembangunan kapasitas sumber daya manusia Indonesia melalui program pendidikan vokasi, kemudian pelaksanaan kegiatan promosi dan inovasi untuk meningkatkan standar dan daya saing, serta pemberdayaan industri baik skala besar, berbasis teknologi tinggi, maupun yang kecil dan menengah termasuk pengembangan sektor kreatif dan e-commerce,” papar Menperin.

Menurut Menperin, IA-CEPA merupakan tonggak baru hubungan Indonesia dan Australia yang mencapai tingkat lebih tinggi. Selain itu, kemitraan komprehensif ini tidak hanya berisi perjanjian perdagangan barang, jasa dan investasi saja, tetapi juga kerja sama ekonomi yang lebih luas.

“Cakupan kemitraan yang komprehensif ini akan memberikan dampak positif kepada perekonomian Indonesia dan Australia dalam jangka panjang,” pungkasnya. (din)

Comments

Komentar