Edy Rahmayadi Dilaporkan ke KPK Soal Dugaan Pemalsuan LHKPN

JAKARTA, akses.co – Gerakan Semesta Rakyat Indonesia (GSRI) laporkan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, ke KPK soal dugaan pemalsuan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepemilikan Rumah pribadi Taman Edukasi Buah Cakra.

Laporan ke KPK itu dilayankan GSRI pada Kamis (13/1). GSRI diterima langsung di bagian pelayanan KPK untuk Konfirmasi dan klarifikasi informasi LHKPN Edy Rahmayadi terkait kepemilikan kediamaanya Taman Edukasi Buah Cakra yang memiliki IMB atas berinisial NL yang sering dipostingnya di Media Sosial dan laporan dugaan gratifikasi Pembangunan Bronjong tanpa izin.

“Kami ingin mempertanyakan apakah lahan Taman Edukasi Buah Cakra dimasukkan dalam LHKPN Gubsu Edy Rahyamadi atau tidak. Karena Pengumuman Tanggal Penyampaian/Jenis Laporan – Tahun: 18 Maret 2020/Periodik-2019, sepertinya belum dimasukkan,“ ujar Ismail Marzuki Ketua GSRI Sumut.

Menurutnya, kepatuhan LHKPN ialah sebagai benteng awal pencegahan korupsi dan bentuk transparansi kepada masyarakat. Hal ini yang menyebabkan LHKPN harus dilaporkan oleh penyelenggara negara secara berkala.

“KPK harus memberikan tindakan nyata dalam dugaan manipulasi LHKPN Gubsu ini karena ada kemungkinan dibuat atas nama orang lain seperti “HPH” yang melakukan PTUN pembatalan Perbud Bupati Deli Serdang tentang kawasan cagar Budaya,” tambah Ismail mengakhiri. (Akbr/85)

Artikel Terkait