PERISTIWA

Duet Mantan Kapolresta Medan dan Kapolres Dairi Ungkap 1 Ton Sabu di Anyer

akses.co – Pengungkapan kasus penyelundupan 1 ton sabu di Anyer, Banten, ternyata diotaki dua mantan pejabat Polresta Medan yakni Kombes Pol Nico Afinta (saat ini Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya) dan AKBP Gidion Arief Setyawan (saat ini Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Diketahui, Tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok yang dipimpin Kombes Pol Nico Afinta Karokaro dan AKBP Gidion Arief Setyawan, berhasil mengungkap penyelundupan sabu sebanyak 1 ton di Pantai Anyer, Serang, Banten. Nico Afinta adalah mantan Kapolresta Medan 2013 – 2015. Sedangkan AKBP Gidion Arief adalah mantan Kapolres Dairi, dan juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Medan.

Amrizal (kanan) saat bersama Wakapolda Sumut Brigjend Pol Agus Andrianto.
Amrizal (kanan) saat bersama Wakapolda Sumut Brigjend Pol Agus Andrianto.

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi M Iriawan mengatakan 1 ton narkoba jenis sabu yang diamankan di Anyer senilai Rp 1,5 triliun “Nilainya Rp 1,5 triliun. Jadi berapa juta manusia bisa diselamatkan oleh tertangkapnya sabu selundupan dari China ini,” kata Iriawan di Anyer, Serang, Kamis (13/7/2017), seperti dilansir Antara.

Menurutnya, hasil selundupan narkoba ini akan dibawa ke Jakarta dari pantai Anyer, Serang. Sabu yang diamankan dibungkus dalam kemasan-kemasan plastik. Iriawan melanjutkan, sejauh ini polisi belum bisa menyimpulkan keterlibatan warga negara Indonesia di perkara penyelundupan narkoba yang melibatkan WNI asal Taiwan ini.

Jaringan tersebut mengelabui petugas dengan menceburkan barang bukti ke laut di bibir pantai.

“Sekaligus turun dari kapal 1 ton. Jadi untuk mengelabui atau melihat timing yang tepat, barang tersebut dicemplungkan ke dalam laut bibir pantai untuk melihat situasi,” ujar Iriawan didamping Nico Afinta.

Jaringan tersebut telah mempersiapkan perlengkapan untuk mengelabui modus penyelundupan sabu tersebut, termasuk mempersiapkan kemasan agar sabu tersebut bisa diceburkan ke laut. Kapolda melanjutkan, tim telah melakukan pengintaian terhadap jaringan selama dua bulan.

“Anggota kami sudah dua bulan melakukan survailance di sana. Tadi malam pada saat yang tepat, meluncurlah barang tersebut ke Anyer. Di Hotel Mandalika,” ungkapnya.

Ada empat orang WN Taiwan yang menyelundupkan barang bukti tersebut. Satu tersangka ditembak mati karena melawan petugas, dua lainnya ditangkap dan satu lainnya melarikan diri. Menanggapi hal ini, Pembina Wartawan Unit Polrestabes Medan, Amrizal, mengaku salut dengan keberhasilan dua mantan pejabat Polrestabes (dulu Polresta) Medan tersebut.

“Tentu kami senang apresiasi, alumni (Polrestabes) Medan berhasil mengungkap kejahatan besar,” kata Amrizal, yang juga wartawan senior Harian Waspada, Medan.

Keberhasilan ini, kata dia, ini jadi berita baik di Polrestabes Medan. Sebab, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polrestabes Medan yang saat itu masih bernama Poltabes Medan.

“Alhamdulillah, alumni Medan bisa berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Ke depannya, kita berharap jajaran kepolisian bersama masyarakat bisa terus saling bahu-membahu untuk memberantas narkoba yang sudah menyengsarakan anak bangsa,” pungkasnya. (dtc/rur)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.