AKSESNESIA

DPD REI Sumut Minta Pemerintah Maksimal Subsidi Pembangunan Rumah MBR

Subsidi rumah mbr
Temu media DPD REI Sumut di Medan, Senin (11/11/2019). (foto : akses.co)

MEDAN, akses.co – Para developer yang tergabung di dalam DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara meminta kepada pemerintah maksimal dalam menjalankan program pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Mengingat, pembangunan rumah MBR yang kerap disebut sebagai program 1 juta rumah Jokowi itu kini berjalan terseok-seok.

Dewan Kehormatn DPD REI Sumut, Tomi Wistan mengungkapkan saat ini, kondisi pembangunan rumah MBR yang disubsidi pemerintah tidak berjalan mulus. Bahkan, hampir mati suri.

Hal itu karena kuota rumah yang disubsidi pemerintah di 2019 jauh berkurang dibandingkan dengan 2018.

“Di 2018 itu, sebanyak 263 ribu bisa direalisasikan rumah MBRnya. Kalau sesuai target, harusnya ada peningkatan di 2019, sekitar 10 sampai 20 persen. Berarti, kuota rumah MBR yang harus disiapkan pemerintah adalah 290 ribu unit. Sehingga, masalah kuota tidak lagi menjadi kendala,” paparnya saat temu pers di Medan, Senin (11/11/2019) didampingi Ketua DPD REI Sumut, Andi Atmoko Panggabean, Sekjen DPD REI Sumut, Reza Sirait dan sejumlah pengurus DPD REI Sumut lainnya.

Namun, faktanya, Tomi Wistan menambahkan kuota rumah subsidi untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hanya 86.586 dan untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) hanya 100.000 unit. Sehingga ada kekurangan kuota hampir 130 ribu unit.

“Akibatnya, mulai Juni lalu itu, kita sudah kekurangan kuota,” ungkapnya.

Atas dasar itulah, Tomi Wistan menambahkan dalam beberapa tahun belakangan sektor perumahan melambat.

“Kawan-kawan, termasuk saya, “nafas”nya sudah tersendat-sendat. Harapan saya, negara hadir secara utuh membantu pembangunan rumah MBR. Ini harus disupport. Sehingga kawan-kawan pengembang punya semangat tinggi membangun rumah MBR,” pungkasnya.

Subsidi Rumah MBR, Tingkat Backlog Perumahan Masih Sangat Tinggi

Soalnya, Ketua DPD REI Sumut, Andi Atmoko Pangabean mengungkapkan tingkat kebutuhan rumah di Sumatera Utara (Sumut) masih sangat tinggi. Setidaknya, Sumut masih membutuhkan sekitar 700 ribu rumah lagi.

“Secara nasional di 2018, backlog perumahan mencapai 11,5 juta unit. Di Sumut itu sekitar 600 sampai 700 ribu rumah. Inilah yang harus disiapkan kawan-kawan pengembang,” ungkapnya.

Harusnya, Andi menambahkan pemerintah memberikan perhatian yang penuh kepada para pengembang untuk menjalankan program pembangunan 1 juta Rumah Jokowi.

“Saat ini, masalahnya developer yang bermain di rumah subsidi, kuotanya sudah habis. Kita maunya pemerintah benar-benar perhatikan kitalah. Inikan, salah satu program unggulan presiden, rumah Jokowi. Maunya presiden memberi perhatian lebih lah,” ungkapnya. (din)