NEWS

Doyan Peras Bawahan, Polresta Deliserdang OTT Kades Tanjung Purba

Deliserdang, akses.co – Kepala Desa Tanjung Purba, Deliserdang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pemerasan terhadap bawahannya, Selasa (11/8) sore. Satuan Reserse Kriminal Polresta Deli Serdang amankan pelaku di rumahnya dengan barang bukti uang Rp5 juta hasil pemerasan.

“Ya benar, informasi yang diterima Satreskrim Polresta Deliserdang yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipikor Iptu Arif TKP, di Dusun III, Desa Tanjung Purba, Bangun Purba, telah dilakukan OTT,” kata Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK, melalui Wakasat Reskrim AKP Alexander Piliang didampingi Kanit Tipikor Iptu Arif Suhadi SH MH, Rabu (12/8), di Mapolresta Deliserdang di Lubukpakam.

Dijelaskan AKP Alexander, bahwasanya OTT yang dilakukan oleh unit Tipikor Satreskrim Polresta Deliserdang berkaitan dengan laporan dari salah satu pegawai di Desa tersebut yang dilakukan oleh Kepala Desa inisial HP.

“Dimana yang bersangkutan meminta uang sebesar Rp5 juta kepada pegawai dengan inisial LI. Dia minta uang untuk memperpanjang surat keterangan sebagai Kepala Urusan di Desa tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, perbuatan ini merupakan hasil penyelidikan dan sekarang lanjutan penyidikan oleh Satreskrim Polresta Deliserdang, mengingat perbuatannya bukan pertama kalinya dilakukan oleh yang bersangkutan.

AKP Alexander pun mengaku, bahwasanya yang saat ini melapor masih korban LI saja, dan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban-korban lainnya.

“Kemudian dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi dan beberapa mantan pegawai di Desa tersebut ada sekitar tiga orang yang sudah mengakui dimintai uang oleh yang bersangkutan,” tegasnya.

Atas perbuatannya, lanjut AKP Alexander oknum Kades tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. “Jadi pasal yang kita persangkakan pasal 12 huruf a dan b, subsider pasal 11 Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindakpidana korupsi. Dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara serta denda 200 juta sampai 1 miliar rupiah,” tandasnya.

Sementara itu, oknum Kades Tanjung Purba, Hendri Purba, ketika dimintai keterangannya mengakui bahwasanya uang yang diterimanya tersebut murni dimintanya sendiri dan untuk pribadinya. Hendri Purba pun mengaku menyesali perbuatannya.
(Manahan. D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker