POLITIK

Diskusi Cipayung Plus dan Effendi Simbolon Dikritik

akses.co – Pertemuan aktivis mahasiswa Kelompok Cipayung Plus dengan politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon, belum lama ini, agaknya menyisakan wacana baru. Pasalnya ada ada pihak yang menilai pertemuan sebagai ajang menuding atau menjelekkan kinerja Pemprovsu.

“Pernyataan dalam pertemuan itu menjadi seperti tuding-menuding jelang Pilkada. Effendi mengakui akan kembali maju di Pilgubsu, tapi berkomentar miring kepada mahasiswa soal kinerja Gubsu yang sudah punya legitimasi secara hukum. Kami nilai ini memprovokasi,” ujar Ketua Pokja Humas DPD KNPI Sumut Ika Anshari, Selasa (5/9/2017).

Mirisnya, sambung Ika Anshari, mahasiswa juga turut berkomentar miring soal kinerja Gubsu di acara pertemuan tersebut. “Publik pasti bertanya, kenapa jelang Pilkada baru kelompok Cipayung Plus Sumut ini berkoar-koar. Selama ini ke mana saja. Berkomentarnya pun tepat saat pertemuan dengan mantan Cagubsu yang gagal. Ini meninggalkan citra tak baik bagi mahasiswa,” tandas Ika Anshari.

Ika juga menilai komentar miring kelompok Cipayung Plus Sumut itu sarat muatan politis. “Saya tidak dalam posisi mendukung siapapun di sini. Saya menyayangkan citra mahasiswa menjadi semakin tidak baik di mata masyarakat,” tegas Ika Anshari.

Ika Anshari juga menyindir sikap bernegara yang ditunjukkan Effendi Simbolon. Menurut Ika, tak seharusnya Politisi PDIP tersebut terkesan mengompori tapi di saat yang bersamaan sempat menyatakan kesiapan maju di Pilgubsu 2018. “Bahkan sempat mengungkap soal visi-misi. Ini tidak baik bagi perkembangan kualitas demokrasi kita karena membuat gaduh dan terkesan sarat dengan teori pembusukan,” ujar Ika.

Ika mengimbau kepada oknum politisi jangan terkesan memanfaatkan dan memecah-belah mahasiswa di tahun-tahun politik. “Seharusnya lebih menyerukan kepada mahasiswa untuk mendorong partisipasi publik dalam Pilkada dengan menjadi pemilih yang cerdas dan memberikan suaranya di TPS. Dengan begitu juga mengurangi angka golput. Ini jelas memperbaiki Sumut yang sama-sama kita cintai,” kata Ika Anshari.

Diketahui pertemuan dengan Effendi Simbolon itu diberi nama diskusi berjudul “Quo Vadis Pembangunan Sumut”. Diskusi itu dihadiri oleh kelompok yang mengatasnamakan Cipayung Plus yakni, Himpunan Mahasiswa Islam, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dan Generasi Muda FKPPI. (wan/rel)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.