Deliserdang

Dinilai Berkinerja Buruk, Warga Desak Bupati Deliserdang Copot Kades Sei Karang

Deliserdang, akses.co – Masyarakat Desa Sei Karang, Galang, minta Bupati Deliserdang segera mencopot Kepala Desa (Kades) Sei Karang, Muhammad Nuh, karena dinilai berkinerja buruk. Kuat dugaan ada penyelewengan Dana Desa yang dilakukan Kades Sei Karang.

Hal itu diungkapkan Ketua DPC Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan Kecamatan Galang Tomi Kusnan, Kamis (19/11), di Aula Kantor Camat, usai melakukan rapat bersama masyarakat dengan Camat Galang, Kades Sei Karang dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sei Karang.

Tomi menyebutkan, adapun sejumlah buruknya kinerja Kades Sei Karang tersebut yakni
tidak transparansinya pemilihan Kepala Dusun, BPD, kemudian dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa serta dana bantuan Covid-19 yang bersumber dari Dana Desa

Kemudian pemecatan beberapa Kepala Urusan (Kaur) Desa, Seketaris Desa dan Bendahara Desa yang tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. “Dan ini akan kita teruskan pertemuan, jadi ini bukan pertemuan terakhir tetapi masih ada kelanjutan pertemuan lain yang kita bahas dengan masyarakat dengan BPD,” katanya.

Dijelaskan Tomi, khusus penyalahgunaan anggaran dana desa ada temuan kerugian negara, yang sudah disampaikan oleh pihak inspektorat. “Jadi anggaran tahun 2019 ada temuan lebih kurang senilai 32 juta dan itu harus diganti oleh Kades,” jelasnya.

Dengan adanya berbagi persoalan tersebut, lanjut Tomi mereka meminta kepada Bupati Deliserdang untuk segera mencopot Kades itu. “Jadi intinya masyarakat menghendaki copot Kades berkenan dengan pelanggaran-pelanggaran yang sudah kami kemukakan,” tegasnya.

Sementara Camat Galang A. Fitriyan Syukri mengakui pihaknya pada saat pertemuan itu hanya sebagai memfasilitasi permasalahan yang terjadi di Desa Sei Karang.

“Ya hari ini kita kegiatanya memfasilitasi. Saya juga baru bertugas di Galang ini langsung memonitor bahwasanya ada permasalahan yang timbul ditengah masyarakat berkenaan asumsi, perasangka terkait penyelenggaraan pemerintah desa. Dalam hal ini juga mungkin terjadi ketidakharmonisan antara pak Kades dengan perangkat desa,” katanya.

Syukri juga mengakui bahwasanya pihak inspektorat sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kades dalam berbagai permasalahan yang ada termasuk mengenai penggunaan anggaran dana desa.

“Atas kerugian tersebut sudah ada laporan hasil pemeriksaannya tadi kita sudah bacakan. Kalau tidak salah tadi Bumdesnya ada belasan juta saya lupa tadi ya. Untuk penyelanggaraan di pemerintah desanya ada sekitar tiga puluhan juta khusus anggaran di tahun 2019,” ungkapnya.

Sementara itu Kades Sei Karang Muhammad Nuh menyebutkan, pertemuan di Kantor Camat adalah bagian dari musyawarah atas masalah yang ada termasuk mengenai pemberentian perangkat desa yang tidak terima atas kesalahan kesalahan yang diajukannya.

Menurut Kades ada temuan kerugian, karena hal itu merupakan bagian dari kelebihan pembayaran. “Ya kerugian dibilang kelebihan bayar yaitu berupa namanya infrastruktur, belanja-belanja lainnya berupa sank.

Ketika disinggung berapa kerugian, dia menyebutkan diperkirakan puluhan juta rupiah. “Ya tadi disebutkan, sudah dengar tadi 32 juta sekian ya ?,” katanya. (Manahan D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker