Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Medan Siapkan Konsep Kerjasama Penanganan Sampah

Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni.
Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni.

akses.co – Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota sedang mematangkan konsep perjanjian kerja sama di bidang persampahan dengan Pemkab Deliserang. Hal ini dalam rangka menindaklanjuti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) lintas daerah antara Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Rabu pekan lalu.

“Saat ini kami sedang siapkan beberapa konsep yang berada pada lintas batas (Medan-Deliserdang). Nantinya akan duduk bersama dengan pengelola masing-masing wilayah. Sebab ada perbedaan antara kita dan mereka, dimana untuk otoritas di Deliserdang dipegang kecamatan, oleh karenanya MoU akan dijalin dengan masing-masing kecamatan,” ungkap Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni, Kamis (1/2/2018).

Dia mencontohkan, penanganan sampah di kawasan perbatasan seperti, Kecamatan Medan Sunggal dengan Kecamatan Hamparan Perak dan lainnya. “Jadi, nanti ada beberapa paket perjanjian kerja sama yang kami tawarkan sama mereka (Pemkab Deliserdang). Karena khusus TPA Namobintang, itukan dikelola Badan Lingkungan Hidup Deliserdang,” katanya.

Husni menyebut, permasalahan tata kelola sampah memang krusial untuk dituntaskan tahun ini. Pilihan terbaik ada pada upaya aktivasi kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Namobintang dan TPA Terjun. Apalagi di kedua wilayah itu berbatasan antara wilayah Kota Medan dan Deliserdang.
“Pemko tidak pernah mencabut TPA Namobintang sebagai kawasannya. Hanya menetapkan sebagai zona di sana sebagian. Yang mau kita gunakan untuk zona TPA di sana ada sekitar delapan hektar sampai sepuluh hektar. Untuk zona yang tidak aktif tentu akan kita jaga sebagai kawasan hijau,” ujar mantan Kadispenda Kota Medan itu.

Lebih lanjut ia menerangkan, pengoptimalan area TPA Namonintang diyakini menjadi solusi atas pembuangan akhir sampah bagi Kota Medan. Disamping pengembangan kawasan di TPA Terjun yang juga masuk sebagai atensi Pemko Medan tahun ini. “Keduanya (Namobintang dan Terjun) memang akan kita aktifkan. Sehingga keseimbangan semua kawasan bergerak sejalan. Untuk kawasan utara misalnya, bisa terbagi zonasinya dengan wilayah selatan. Artinya di bagian selatan radius kawasan bisa diarahkan ke sana. Jadi tidak bertumpuk lagi di satu zona seperti sekarang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, salah satu poin dari kerjasama lintas daerah ini yaitu; penanganan banjir dan sampah termasuk pembangunan TPA sampah Kota Medan yang berada di Deliserdang. Kedua, penataan pasar dan pedagang kaki lima (PKL). Ketiga, pencegahan/penanggulangan kebakaran, serta keempat, pembangunan/ rehabilitasi drainase dan infrastruktur yang semua cakupannya berada di daerah perbatasan Medan dengan Deliserdang. (eza)

Artikel Terkait