Deliserdang

Dikelola Oleh Asosiasi, Pasar Rakyat Tanjung Morawa Bersih

Deliserdang, akses.co – Setelah terbentuknya Asosiasi Pedagang Bersatu (Aiptu), Pasar Rakyat Tanjung Morawa jauh lebih baik, di mana sebelumnya becek, kotor, tumpukan sampah di sana sini serta kubangan air di sepanjang jalan. Dengan gerak cepat seluruh pengurus Asosiasi Aiptu, kini sudah bersih dan sangat memuaskan bagi pengunjung dan pedagang.

Hal itu di sampaikan ketua Asosiasi Pedagang Bersatu (Aiptu) Saffridana di dampingi Wakil Ketua Rahmadsyah dan Sekretaris Muhammad Jumadi serta Bendahara Manahan Dalimunthe bertempat di Pasar Rakya Tanjung Morawa Desa Tanjung Morawa B Kec Tanjung Morawa Deli Serdang (29/1) Sore hari.

Saffridana mengatakan, bersihnya Pasar Rakyat ini karena partisifasi dari semua pedagang. Artinya, kami dari pengurus Asosiasi mencoba bermusyawarah dengan semua pedagang, dari hasil musyawarah itu sepakat la untuk pembenahan Pasar Rakyat ini harus menggunakan dana swadaya.

Ia menambahkan, menurut semua pedagang, kalau terus menunggu pemerintah khususnya Pemkab Deli Serdang, mau sampai kapan, karena kondisi Pasar ini kan sudah bertahun lamanya seperti ini, namun pihak Pemkab tidak juga memperbaiki bahkan seakan tidak peduli dengan kondisi pasar yang sangat memprihatinkan ini, oleh karena nya dengan dana swadaya la alternatif terbaiknya, ujarnya.

Di jelaskan Saffridana, awalnya perencanaan kami dengan semua para pedagang, swadaya ini di lakukan hingga selesai pengaspalan, namun setelah berkordinasi dengan pihak pengelola, besaran angka yang harus di keluarkan terlalu tinggi, mencapai hingga miliaran. Artinya sudah pasti tak sanggup para pedagang dan sampai harus berapa lama kutipan ini berjalan, imbuhnya.

“Jadi untuk saat ini, pekerjaan yang sudah kami lakukan hanya pengerukan parit saja, Alhamdulillah hanya dengan itu Pasar Rakyat ini sudah bersih. Untuk pengaspalan kita berharap la ke Pemkab Deli Serdang, karena dengan kita mulainya swadaya ini, setidaknya jadi pertimbangan bagi mereka karena ini emang sudah urgent.” Ucap Saffridana.

Terpisah, Bendahara Asosiasi, Manahan Dalimunthe, menjelaskan, pengutipan yang di lakukan sudah berjalan selama satu bulan, dan berakhir pada Jum’at (29/1) untuk besaran kutipan, pedagang di tetapkan Rp 10.000 per harinya, dengan rincian Rp 8000, untuk swadaya perbaikan jalan, dan Rp 2000 untuk petugas kebersihan yaitu Mulyadi Ginting yang setiap hari di ambil olehnya, kata Manahan.

Untuk total pemasukan ke Bendahara Asosiasi selama pengutipan sebulan sejumlah Rp43.680.000 dan biaya yang di keluarkan pengerukan parit serta operasional Rp 41.509.000, dan sisa uang seluruhnya Rp 2.139.000.Sementara itu, untuk biaya sampah begitu selesai pengutipan langsung di bayarkan tiap harinya ke pada Mulyadi Ginting, untuk kisaran angkanya selama sebulan berkisar 10 juta an, ucap Manahan.

Manahan menjelaskan, ia siap mempertanggung jawabkan terkait seluruh ke uangan dari di mulai pengutipan hingga akhir pengutipan, dan itu semua tercatat oleh Sekretaris. Bahkan katanya, selama sebulan ini semua pengurus tidak ada ambil gaji dari uang swadaya tersebut. Mengenai uang pengutipan sampah yang RP 2000, terlihat juga olehnya, masih tetap di kutip oleh Mulyadi Ginting, namun itu sudah di luar tanggung jawab Asosiasi, prihal peruntukannya untuk apa, ungkapnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.