MEDAN

Diduga Tak Mengantongi Izin Galian C Marak Di Langkat, Poldasu Diminta Bertindak

MEDAN, akses.co – Kapoldasu dan instansi terkait diminta segera menertibkan praktik galian C yang diduga ilegal di sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat. Praktik yang sudah berlangsung sejak tahun 2020 ini diduga melibatkan banyak oknum dan institusi.

“Kita minta segera ditertibkan karena sudah meresahkan masyarakat dan merugikan keuangan negara dalam bentuk pendapatan asli daerah,” kata Ketua LSM TRANS KP (Transparasi Anggaran & Kebijakan Publik) Ryan Rangkuti SH kepada wartawan, di Medan, Selasa (9/3).

Menurut Ryan, ada pun praktik penggalian, galian C jenis tanah urug masih terus berlangsung di Lingkungan I, Kelurahan Bingai, dan Dusun 1 Bukit Belah, Desa Gohor Lama di Kecamaan Wampu, Langkat.

Itu dia buktikan dengan masih mangkalnya seratusan truk pengangkut tanah hasil pengerukan, dan dari keterangan para pekerja, diketahui aktivitas galian C telah beroperasi sejak dua bulan lalu.

Berdasarkan pengamatannya, aktifitas galian C di dua lokasi itu diduga tidak memiliki izin resmi, berupa Wilayah Izin Usaha Pertambangan Izin Usaha Pertambangan (WIUP-IUP) dan Pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) I. Kemudian, memakai izin tambang di kordinat berbeda (di luar kordinat) dan izin WIUP atau eksplorasinya diduga mati.

Di dua lokasi itu, pihaknya juga sudah mencatat nama-nama oknum yang diduga melakukan penggalian. Terkait adanya perusahaan besar yang diduga ikut melakukan penggalian C, Ryan tidak membantahnya.

“Ada perusahaan besar yang ikut melakukan penggalian untuk memenuhi kebutuhan timbunan tanah guna membangun jalan tol yang menghubungkan daerah ini dengan Provinsi Aceh,” katanya.

Menurutnya, perusahaan nasional itu diduga ikut berbuat curang dengan tidak memilik izin dan mengakibatkan dampak buruk di masyarakat dan pemerintah.

Karenanya, Ryan meminta Kapoldasu dan instansi terkait untuk segera menertibkan praktik galian C yang diduga ilegal di sana. “Kita juga sudah menyurati pihak-pihak terkait, termasuk DPRD Sumut,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti aspirasi mereka, pada 15 Maret, pihaknya bersama rekan LSM yang concern terhadap masalah pembangunan akan menggelar demo untuk meminta perhatian kepada Kapoldasu agar menertibkan galian C ini. Pungkasnya. (Han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.