ADVERTORIAL

Di Siantar Biaya Pemakaman Covid-19 Mahal, Keluarga Pasien Sampai Berhutang

SIANTAR, akses.co – Anggota DPRD Sumut, Gusmiyadi SE, prihatin mendengar mahalnya biaya pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Siantar yang mencapai Rp2 juta rupiah. Pemko Siantar diminta transparan soal tarif biaya pemakaman.

“Akhir-akhir ini, diberbagai tempat di Pematang Siantar saya sering sekali mendapat keluhan tentang mahalnya biaya pemakaman di komplek pemakaman Jl. Bali Siantar. Tidak hanya mendapatkan keluhan langsung, saya juga menerima beberapa telpon terkait permasalahan yang sama,” tulis Gusmiyadi di akun facebooknya, Selasa (10/8).

Menurutnya, beberapa pengaduan yang diterima, biaya pemakaman dikomplek pemakaman itu dapat mencapai Rp2 juta khusus bagi jenazah Covid-19. Tidak jarang proses tersebut mesti melalui bebagai tahapan negosiasi sehingga biaya pemakaman yang dikenakan pada pihak keluarga menjadi bervariasi.

Katanya, hal tersebut sangat memberatkan keluarga yang berduka. Hal ini mengakibatkan beberapa pihak keluarga yang berduka mesti berhutang atau menjual barang guna membayar biaya pemakaman tersebut, itu laporan warga.

“Sesungguhnya saya telah berupaya menjelaskan kepada masyarakat bahwa ini merupakan ranah dari Pemko Pematang Siantar dan DPRD Kota sebagai lembaga pengawasan kinerja pemerintah. Namun atas dasar keterbukaan dan tanggungjawab kepada publik, terlebih berkaitan dengan hajat hidup orang banyak terutama dimasa-masa sulit pandemi Covid-19, maka hal ini perlu untuk disampaikan secara terbuka,” kata Gusmiyadi.

Melalui pernyataan terbuka ini, saya ingin menyampaikan saran sebagai berikut;

1. Guna menanggapi keresahan masyarakat mengenai mahalnya biaya pemakaman dikomplek pemakaman jalan Bali kota Pematang Siantar, sebaiknya pemerintah segera melakukan evaluasi atas segala proses pelaksanaan, tata kelola dan manajemen komplek pemakaman tersebut. Saya juga sesungguhnya merasa sangat berempaty atas kinerja petugas dilapangan yang berdasarkan informasi yang saya terima tidak cukup dilengkapi APD yang representatif.

2. Guna mengakhiri polemik ini, perlu kiranya Pemerintah memberikan pernyataan secara terbuka melalui berbagai media tentang besaran tarif pemakaman bagi masyarakat.

3. Guna menghindari potensi penyelewengan dilapangan, ada baiknya pemerintah memasang aturan menyangkut biaya pemakaman dikawasan kompleks perkuburan. Degan demikian semua pihak akan menjadi jelas atas mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

“Saya meyakini, ditengah kesibukan dan kerja keras mengatasi pendemi Covid-19 ini, pemerintah akan sangat tanggap dan mampu menyelesaikan polemik ini dengan baik,” tutup Gusmiyadi. (Red)

close

Halo ­čĹő
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.