AKSESNESIA

Dana Haji hanya untuk Infrastruktur Haji

akses.co – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis, mengatakan dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji, hanya bisa digunakan untuk infrastruktur haji. Hal ini merespon rencana pemerintah yang ingin dana haji dimanfaatkan bagi pembangunan infrastruktur nasional dan investasi lainnya.

“Perlu diketahui, dana haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hanya bisa digunakan untuk infrastruktur haji, seperti membeli perumahan di Saudi atau memperbaiki asrama haji yang kurang layak,” kata Iskan saat melakukan kunjungan kerja ke Asrama Haji Medan, Kamis (27/7/2017).

Menurut politisi PKS ini, pemerintah dan DPR telah berusaha setiap tahun untuk menyelenggarakan haji lebih baik. “Terbukti tahun ini, pemondokan di Mekkah dan Madinah fasilitasnya setara dengan hotel bintang 3 dan diharapkan jemaah aman dan nyaman saat berada di pemondokan,” ungkapnya.

Kata dia, pemerintah akan selalu meningkatkan pelayanan kepada para calon jamaah haji (CJH) setiap tahunnya. Terbukti, tahun ini para CJH akan menginap di pomondokan di Mekah dan Madinah setara dengan hotel bintang 3.

Selain itu, Isqan Qolba Lubis menambahkan salah satu peningkatan pelayanan lainnya pada tahun ini yaitu peningkatan jumlah makan di Mekkah. Pada tahun 2016 makan di Mekah sebayak 24 kali dan pada tahun 2017 menjadi 25 kali. “Ini bukti komitmen DPR dan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan terhadap jemaah haji,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut, Tohar Bayoangin mengingatkan kepada para CJH untuk menjaga kesehatan selama berada di tanah suci. “Perbanyak minum air putih dan makan buah-buahan agar tubuh tetap fit,” ujarnya. (din)

close

Halo 👋
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.

Baca juga Yuk!
Back to top button

Adblock Terdeteksi

Halo pengunjung setia akses.co, Kamu terdeteksi menggunakan Pemblokir iklan pada akses.co, Mohon dimatikan terlebih dahulu untuk mendukung akses.co agar selalu konsisten menyajikan berita terbaru dan teraktual hanya untuk anda. Terima Kasih.