SINGKIL

BPKamp Segel Kantor Desa di Aceh Singkil, Ini Penyebabnya

SINGKIL, akses.co – Badan Permusyawaratan Kampong (BPKamp) Blok-15, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil melakukan penyegelan pada kantor desa mereka, Jum’at (30/7/2021).

Hal itu disebabkan karena honorium aparatur desa itu tak kunjung terbayarkan sejak Januari 2021 lalu.

Ketua BPKamp Blok-15, Idrus Syahputra Lingga menyebutkan penyegelan itu dilakukan karena kekecewaan BPKamp termasuk juga perangkat desa.

“Karena gaji kami tidak terbayarkan, dari januari hingga akhir bulan juli ini belum di bayarkan”, kata dia.

Padahal, kata dia, seyogyanya sudah harus di bayarkan bulan mei lalu, karena sudah ada penarikan tahap pertama.

“Kami sempat melakukan pertemuan dengan kepala desa, dia berjanji akan membayarkan pada penarikan berikutnya”,

Tapi, lanjutnya, pada penarikan berikutnya yang dilakukan sekitar pekan lalu, sampai hari ini belum juga di bayarkan.

“Ini adalah bagian ingkar janji kepala desa yang tidak bisa di tolerir lagi, sehingga kami melakukan penyegelan kantor desa ini”,

Idrus menambahkan penyegelan itu juga akibat tidak adanya keterbukaan informasi oleh kepala desa.

“Hal – hal yang seharusnya diketahui oleh publik, terkhusus BPKamp tetapi kita sayangkan informasi itu tertutup rapat dan sulit kita ketahui”,

Ia menyebutkan segel tersebut akan dibuka setelah semua hak – hak mereka sudah diakomodir dan tidak ada persoalan.

“Maka kami sendiri yang akan membuka nanti”,

Dilanjutkannya, jika tuntutan mereka tidak terpenuhi pihaknya akan membawa ke ranah hukum.

“Kasus ini akan kami laporkan ke APH”, Sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kampong Blok-15 saat akan di konfirmasi awak media tidak berada di kantor. (S.Munthe)

close

Halo ­čĹő
Yuk berlangganan.

Daftar sekarang untuk menerima update berita akses.co secara eksklusif via email setiap hari.

*Email anda akan dijaga kerahasiaannya.



Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Terdeteksi

Mohon maaf Adblock terseksi di Browser ini, mohon dukung akses.co untuk tetap konsisten memberikan berita terupdate dengan mengizinkan iklan untuk selalu tampil, terima kasih.