Bolos Hari Pertama Kerja, 8 ASN Pemko Medan Ditindak Tegas

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin saat memimpin apel pertama pasca libur tahun baru di halaan tengah Kantor Wali Kota Medan, Selasa (2/1/2017).
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin saat memimpin apel pertama pasca libur tahun baru di halaan tengah Kantor Wali Kota Medan, Selasa (2/1/2017).

akses.co – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin minta kepada Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Medan, Lahum Lubis untuk segera memproses 8 orang Apratur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Medan yang kedapatan bolos pada hari pertama kerja di 2018. Permintaan ini disampaikan Eldin usai memimpin apel pagi di hari pertama kerja di halaman tengah Balai Kota Medan, Selasa (2/1/2017).

Dari 716 orang ASN, sebanyak 586 orang yang masuk kerja. Artinya, tercatat 130 orang yang tidak masuk kerja, 8 diantaranya tidak masuk tanpa keterangan alias bolos. “Saya minta kepada Kepala BKD dan Pengembangan SDM segera memproses kedelapan ASN orang yang tidak masuk kerja tanpa alasan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ketidakhadiran kedelapan ASN tersebut tidak dapat ditolerir. Sebab, pemerintah sebelumnya sudah membuat surat edaran bahwasannya seluruh ASN diwajibkan masuk kerja pada 2 Januari karena tidak ada cuti bersama. Pasalnya, cuti bersama telah diberikan tanggal 26 Desember. “Jadi tidak ada alasan bagi ASN yang tidak masuk kerja pada 2 Januari, terkecuali sebelunya yang bersangkutan telah mengajukan izin, cuti maupun tengah melaksanakan tugas luar. Mengenai apa sanski yang akan dijatuhkan, semua sudah jelas diatur dalam PP No.53/2010 tentang Disiplin ASN,” ungkapnya.

Kedelapan ASN ini terungkap bolos setelah Asisten Pemerintahan Setdakot Medan Musadat Nasution selaku komandan apel dalam laporannya mengungkapkan, jumlah ASN di Setdakot Medan berjumlah 716 orang. Dari jumlah itu, 586 yang hadir dan 130 orang tidak hadir dengan perincian sakit 9 orang, izin 3 orang, cuti 21 orang, tugas luar 89 orang dan tanpa keterangan alias bolos 8 orang. (eza)

Artikel Terkait